
Pajarakan, MDP News – Wajah baru kepemimpinan siswa di MAN 2 Probolinggo resmi terbentuk. Melalui upacara pelantikan yang digelar Senin (1/12), pengurus Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) periode 2025/2026 siap tancap gas. Momentum ini menjadi titik tolak hadirnya semangat kolaborasi yang lebih solid, perbaikan pola komunikasi, serta komitmen merealisasikan program inovatif yang dinanti siswa.
Ketua OSIM terpilih, Naura Althafunnisa Aly, menegaskan kesiapannya memimpin gerbong organisasi ini. Meski mengaku terharu, ia langsung menetapkan strategi manajerial yang presisi, yaitu pembagian tugas akan diperketat sesuai kompetensi Seksi Bidang (Sekbid).
“Ini tahap awal untuk memulai semuanya. Kami akan bergerak sesuai kemampuan dan program kerja masing-masing bidang,” ujar Naura optimis.
Tak ingin membuang waktu, Wakil Ketua OSIM, Nur Alissa Maulida, memastikan agenda Class Meeting akan langsung dieksekusi usai ujian madrasah rampung. Bagi Alissa, program ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sarana pengurus baru melatih public speaking, tanggung jawab, dan kerja sama tim.
Semangat serupa ditunjukkan Muhammad Ainul Yaqin dari Sekbid Kewirausahaan. Ia berkomitmen menjadikan OSIM sebagai wadah mengasah jiwa kepemimpinan dan kedisiplinan, baik di dalam maupun di luar lingkungan sekolah.
Kualitas pengurus baru ini mendapat legitimasi dari Pembina OSIM, A’isatus Sholikhati. Ia menegaskan bahwa seluruh pengurus telah lolos seleksi ketat, mulai dari tes tulis hingga wawancara untuk memastikan mereka memiliki karakter khas siswa madrasah yang unggul. A’isatus berharap seluruh program yang disepakati dalam Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dapat tuntas terlaksana.
Optimisme ini diperkuat oleh dukungan kepengurusan demisioner. Mantan Ketua OSIM, Muhammad Fathan Hariansyah, memberikan “warisan” nasihat krusial. Berkaca pada periode lalu, ia menekankan bahwa kunci kesuksesan tim ada pada kelancaran arus informasi.
“Kekurangan kemarin hanya di komunikasi. Jadi, perbanyaklah komunikasi antarteman agar tidak terjadi miskom. Siapkan diri menghadapi tantangan yang tak terduga,” pesan Fathan.
Di sisi lain, antusiasme siswa juga tak kalah tinggi. Fizah Afisyatul Febyana, mewakili suara siswa, berharap OSIM baru lebih variatif dan tidak sekadar menyalin program lama (copas). Ia secara spesifik menagih realisasi program “Literasi Bus” yang dinilai sebagai terobosan segar.
“Saya ingin ‘Literasi Bus’ cepat direalisasikan karena penasaran bagaimana jalannya. Semoga pengurus baru bisa menjadi contoh terbaik,” harap Feby.
Terkait tantangan birokrasi program, A’isatus justru melihatnya sebagai peluang bagi siswa untuk belajar memecahkan masalah. “Jika ada program yang belum terakomodasi, itu momen bagi kita untuk kreatif mencari solusi lain,” tuturnya, menyuntikkan semangat agar pengurus baru tidak mudah menyerah dalam berkarya.
Reporter: Lailil Magfiroh (X.E) dan Nurul Dwi Fitrianty (X.E)
Terus bersemanagat
Terus bersemanagat
Terus bersemanagat