Kamis, 03 Sep 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Sudut Hati (Nayla Al Magfiroh)

Di sudut hati yang terbelenggu ini, bayang wajahmu tak pernah lelah menari. Dulu, kita pernah menjadi sosok istimewa bagi satu sama lain. Kau bukan sekadar spesial, kau adalah kepingan yang melengkapi kekosongan dalam hidupku.

Setiap kali kesedihan datang memeluk, bayangmu hadir begitu saja. Senyummu masih memiliki kekuatan yang sama, membuatku salah tingkah seperti dulu. Namun kini, bibirku terkunci rapat, menyimpan rindu yang begitu dalam.

“Akankah kita bersama lagi?”

Pertanyaan itu terus menggema. Aku masih sering termenung, mengingat tawa bahagia kita dulu, juga tangis perpisahan yang memilukan. Sudah berbulan-bulan berlalu tanpa melihat senyum manismu, mata sipitmu yang berbinar, atau mencium wangi parfum yang selalu kau kenakan. Semua kenangan tentangmu kusimpan rapi, kubuka perlahan setiap kali rindu menyapa.

Bulan berganti menjadi tahun. Ketika akhirnya berjumpa denganmu setelah sekian lama berpisah, tatapanku padamu masih sama, tak pernah berubah. Mencintaimu telah menjadi bagian dari diriku yang tak tergantikan.

“Di mana kamu? Aku rindu.”

*****

Perkenalkan, saya Nayla Al Magfiroh, lahir pada 12 November 2008 di sebuah desa yang dikelilingi pemandangan sawah yang mempesona. Saya memegang teguh prinsip bahwa dengan usaha dan kerja keras, setiap mimpi dapat diraih. Sebagaimana pepatah mengatakan, “Kejarlah mimpimu dengan usaha dan kerja kerasmu, tidak ada yang tidak mungkin jika kita yakin.” Keyakinan ini menjadi landasan saya dalam mengejar cita-cita dan menghadapi tantangan hidup.

Baca juga:  Istirahatlah Pahlawanku (Lusiana Syafitri)
KELUAR