Jumat, 04 Sep 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Pertanyaan Rindu (Nayla Al Magfiroh)

Sunyi malam membawa bayang wajahmu yang rupawan. Kala rindu menyapa, aku tak berdaya. Hanya bisa menatap potretmu dengan tatapan penuh kerinduan. Senyummu terpatri dalam sanubari. Tawa dan isak tangismu begitu nyata, sesuatu yang teramat kurindukan.

 

Kubuka lembar demi lembar buku yang menyimpan kisah tentangmu. “Aku rindu candamu,” bisikku lirih. Lambaian tanganmu kala itu, ternyata benar-benar menjadi isyarat terakhir, penanda akhir dari lembar kisah kita berdua.

 

Senyum manis dan tulus masih terlukis di wajahmu. Tak kusadari, pipiku telah basah oleh air mata. Mulutku terkunci rapat, namun mata ini seakan tak pernah rela menerima kepergianmu.

 

Riuh pertanyaan yang belum terjawab terus menggelayut dalam benakku. Membuatku percaya bahwa kau akan kembali, keyakinan yang selalu menenangkan gemuruh pikiran yang tak henti bertanya, “Apakah kau juga merindu? Atau hanya aku yang tenggelam dalam rindu ini?

 

*****

 

Perkenalkan, saya Nayla Al Magfiroh, lahir pada 12 November 2008 di sebuah desa yang dikelilingi pemandangan sawah yang mempesona. Saya memegang teguh prinsip bahwa dengan usaha dan kerja keras, setiap mimpi dapat diraih. Sebagaimana pepatah mengatakan, “Kejarlah mimpimu dengan usaha dan kerja kerasmu, tidak ada yang tidak mungkin jika kita yakin.” Keyakinan ini menjadi landasan saya dalam mengejar cita-cita dan menghadapi tantangan hidup.

Baca juga:  Rahasia Kematian (Muhammad Ainul Yaqin)
KELUAR