Jumat, 04 Sep 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Terbangun (Tiara Puspita Ayu)

Close-up sinematik dari sebuah tangan mengenakan lengan seragam Madrasah lengan panjang abu-abu, menggenggam smartphone yang menyala di dalam kegelapan total koridor sekolah di Indonesia pada malam hari. Layar ponsel menampilkan pesan teks dalam Bahasa Indonesia: 'Tengok atas, sepatuku tertinggal.' dari 'Unknown Sender'. Layar juga menunjukkan waktu 23:42 dan ikon baterai merah kritis 4 persen tersisa. Hanya cahaya dingin dari layar yang menerangi tangan dan teks, menekankan isolasi dan ketegangan tanpa visual kekerasan.

Lampu koridor lantai tiga sudah dimatikan satpam sekolah sejak setengah jam lalu. Aku terus menatap layar ponsel, mengabaikan indikator baterai yang sisa empat persen. Ada pesan masuk dari nomor tidak dikenal: “Tengok atas, sepatuku tertinggal.” Aku menelan ludah paksa. Masalahnya, bunyi langkah kaki yang sedari tadi mondar-mandir di atap kelasku sama sekali tidak terdengar seperti langkah orang yang memakai sepatu. Bunyinya lebih mirip kuku panjang yang diseret pelan di atas beton kasar. Dan suaranya perlahan berhenti tepat di atas kepalaku.

Air mataku akhirnya tumpah. Tubuhku gemetar hebat saat aku perlahan mundur, merosot jatuh di pojok ruangan kelas yang gelap gulita. Napasku mulai putus-putus, sesak oleh rasa takut yang mencekik. Pikiranku melayang pada kejadian tadi siang. Semuanya bermula dari tugas tambahan Bu Cika. Saat itu, beliau menghampiriku. “Risma, apakah tugas dari Ibu sudah selesai?” tanyanya. Karena panik, aku menjawab belum dan terpaksa memaksakan diri menyelesaikannya di kelas hingga kelelahan dan jatuh tertidur pulas.

Sialnya, aku baru terbangun saat bel pulang sekolah sudah lama berbunyi. Kelas sudah kosong melompong. Saat aku buru-buru mengemasi barang dan berlari turun, gerbang utama sekolah sudah digembok rapat. Tidak ada satu pun orang di pos satpam. Karena panik tidak bisa keluar, aku terpaksa kembali ke kelasku di lantai tiga. Dan di sinilah aku sekarang, terjebak di tengah malam bersama suara cakar misterius di atas plafon.

Srekk… srekk… Suara gesekan di atas sana terdengar semakin keras. Aku menutup telinga rapat-rapat, menangis sesenggukan hingga dadaku terasa ngilu. Layar ponselku akhirnya mati total. Gelap. Hanya ada aku dan ketakutan yang menjalar ke seluruh nadiku.

Baca juga:  Lelah Yang Kurasakan ~ Lesti Abelia

Tiba-tiba, seberkas cahaya senter menyorot wajahku dari arah pintu. Aku menjerit tertahan.

“Risma? Ya ampun, Nak! Sedang apa kamu di sini gelap-gelapan?” Suara berat itu memecah keheningan. Itu Pak Heri, guru yang kebetulan sedang lembur di ruang guru lantai bawah. Rasanya aku ingin sujud syukur detik itu juga. Tanpa pikir panjang, aku langsung berlari memeluk tas ranselku dan mengikuti Pak Heri yang segera menenangkanku dan mengantarku pulang.

Setibanya di rumah, kakiku langsung lemas begitu melihat Ibu sedang mondar-mandir cemas di ruang tamu. Aku menghambur ke pelukannya, menangis sejadi-jadinya menceritakan semua teror yang kualami malam ini.

“Kok bisa kamu sendirian di kelas sampai malam begini, Nak?” tanya Ibu dengan wajah pucat, tangannya mengelus rambutku yang lepek karena keringat dingin.

“Aku ketiduran, Bu. Kecapekan ngerjain tugas dari Bu Cika,” isakku terbata-bata.

Ibu menghela napas panjang, mengeratkan pelukannya. “Ya sudah, yang penting kamu selamat. Lain kali Risma harus lebih berhati-hati, ya. Jangan sampai memaksakan diri kalau memang sudah waktunya pulang.”

“Iya, Bu. Risma mau istirahat dulu, ya. Badanku lemas banget,” pintaku dengan suara serak.

“Iya, sana ganti baju dulu, terus langsung makan biar nggak masuk angin, habis itu baru tidur,” bujuk Ibu lembut.

Aku hanya mengangguk pelan. Setelah mengganti seragam yang sudah basah oleh keringat dingin, aku memaksakan diri menyuap makanan beberapa sendok, lalu merebahkan tubuh di kasur empukku. Suara cakar di atas beton itu mungkin masih tertinggal di sekolah, tapi setidaknya, malam ini aku sudah aman di kamarku sendiri.

***

Penulis: Tiara Puspita Ayu (X.E)

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR