Kau terbangun dengan malas
Dengan mata sembab kau termenenung
Menghela nafas dan bertanya
“mengapa hingga seperti ini?’’
Dirimu yang meminta agar di bangunkan di tengah malam
Hingga tak pernah lupa menyetel alarm
Namun ketika itu berbunyi, kau matikan seakan lupa
Siapa yang merengek agar minta di bangunkan
Sholatmu terburu-buru
Bahkan bodohnya kita hingga lupa rakaat akan itu
Kau ingin doamu di kabulkan dengan cepat
Namun sekedar menghadapnya
Kau hadir dalam keterpaksaan
Hingga lupa akan nikmat yang telah di berikan
kau terpojok di dalam ruangan, kau tau bahwa dia maha pemberi ampunan
namun bodohnya, kau jadikan hal itu untuk bermaksiat pada tuhan
sekali lagi berfikirlah, siapa yang menemanimu di kala sepi?
Siapa yang memeluk hangat dirimu dengan balutan kasih sayang?
Saat semua manusia acuh akan dirimu
namun dirinya tak pernah pergi walau sedetik pun
menangislah, walau itu di tengah hujan sekalipun
karna diri-Nya tau dengan air mata yang jatuh karna sebuah salah
di antara ribuan air yang jatuh menghantam tanah
tuhan mungkin ragaku tak bisa menggapaimu
namun kasih sayang yang kau berikan sudah cukup menjadi bukti
bahwa kau benar benar menyayangi hambamu yang satu ini
mungkin indraku tak bisa menjangkau dirimu
namun kehangatan cinta dari-Mu tak pernah hilang termakan waktu.
Bionarasi~
Assalamualaikum
Haii, saya Azam, terima kasih telah membaca tulisan ringkas ini, semoga sedikit dari apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi saya dan kalian yang membacanya. Oh ya, jangan lupa follow ig BAIT_KEHIDUPAN ya hehe. Jazakallah Khairan
Assalamualaikum
Editor : Salwa Nurul Asyifa
Komentar Terbaru