Ternyata ada sabda Rosululloh yang sangat menarik untuk dibahas, yaitu tentang tiga sifat yang dapat membuat iman seseorang semakin manis. Sabda tersebut adalah “Siapa saja yang memiliki 3 sifat ini, akan merasakan manisnya iman”. Maka mari kita lihat tiga sifat tersebut agar kita semua dapat merasakan kelezatan iman.
1. Mencintai Allah dan Rosul-Nya melebihi segalanya. Artinya, kita harus memiliki rasa cinta yang lebih tinggi kepada Allah dan Rosul-Nya dibandingkan dengan apapun yang ada di dunia ini. Karena cinta yang tulus kepada Allah dan Rosul-Nya akan membawa kita pada kebahagiaan dan keberkahan.
2. Mencintai seorang hamba karena Allah. Ini artinya kita mencintai saudara kita seiman, bukan karena kepentingan diri sendiri, tetapi karena Allah menyukai orang yang mencintai sesama saudara seiman-Nya. Dengan mencintai sesama saudara seiman, kita dapat membentuk persaudaraan yang erat di antara kita, dan memperkuat iman kita.
3. Enggan untuk kembali kafir setelah diselamatkan oleh Allah, karena ia enggan dilemparkan ke dalam neraka. Ini adalah sifat yang sangat penting, karena setelah Allah menyelamatkan kita dari kekafiran, kita harus berusaha untuk tetap bertahan dalam keimanan. Jangan sampai kita kembali terjerumus ke dalam kekafiran karena godaan dunia yang sementara.
Dengan memiliki tiga sifat ini, kita dapat merasakan kelezatan iman yang sejati. Semoga kita semua dapat memiliki sifat-sifat ini dalam diri kita dan terus berusaha untuk memperkuat iman kita.
Pada suatu hari, Abdul Wahid Ibn Zaid dan rombongannya terdampar di sebuah pulau karena angin kencang yang bertiup. Di pulau tersebut, mereka bertemu dengan seorang laki-laki penyembah berhala. Abdul Wahid Ibn Zaid bertanya kepada laki-laki itu tentang berhala yang disembahnya, lalu menjelaskan kepercayaannya pada Dzat yang memiliki kekuasaan di bumi dan surga.
Laki-laki tersebut bertanya bagaimana Abdul Wahid mengenali Tuhan yang disembahnya, dan ia menjawab bahwa Tuhan telah mengutus utusan-Nya untuk menyampaikan risalahnya. Lalu laki-laki tersebut bertanya apakah utusan itu membawa bukti bahwa dia benar-benar seorang utusan. Abdul Wahid Ibn Zaid membacakan surah di depan laki-laki tersebut hingga membuatnya menangis dan masuk Islam.
Seiring dengan waktu, laki-laki yang baru masuk Islam tersebut semakin ingin mendalami agamanya yang baru. Ia bertanya kepada Abdul Wahid Ibn Zaid apakah Tuhan yang disembahnya tidur setiap malam, karena dia pernah menyembah berhala yang tidak pernah membuatnya miskin. Abdul Wahid Ibn Zaid kagum dengan pertanyaan tersebut dan menjelaskan bahwa Tuhan tidak pernah tidur.
Ketika mereka tiba di sebuah desa, Abdul Wahid Ibn Zaid mengumumkan keislaman laki-laki tersebut. Ia memberikan kepingan dirham pada laki-laki itu, namun laki-laki tersebut menolaknya dan mengatakan kalimat syahadat. Beberapa hari kemudian, Abdul Wahid Ibn Zaid mendengar bahwa laki-laki tersebut sakit parah dan mengunjunginya. Namun, Abdul Wahid Ibn Zaid tertidur dalam kunjungannya dan bermimpi melihat kubah emas dengan seorang gadis cantik jelita yang meminta agar laki-laki tersebut datang kepadanya. Setelah bangun, Abdul Wahid Ibn Zaid mendapat kabar bahwa laki-laki tersebut meninggal dunia. Ia turut menangisi jenazahnya hingga ke pemakaman.
Di tengah malam, Abdul Wahid Ibn Zaid bermimpi bertemu dengan laki-laki tersebut yang bersanding dengan bidadari cantik jelita. Para malaikat pun datang dan memberi salam kepada mereka.
Kisah ini mengajarkan bahwa orang yang mencintai Allah dan mengingat-Nya akan mengikuti perintah-Nya. Ketika seorang hamba mencintai Tuhannya, maka Allah akan memberikan yang terbaik untuknya.
=====
Aprilia Anggraini Putri lahir di Bangkalan Tanggal 16 April 2002. Jenjang pendidikan sekolah dasar MI Salafiyah, MTS Salafiyah, dan sekarang melanjutkan ke man 2 Probolinggo jurusan IPA.
Selain menjadi pelajar,ia mengabdi di TPQ Sukomulyo,yang dikenal dengan Rumah ABATA. Pada 2015, ia berhasil menjuarai Kompetisi Sains Madrasah (KSM).
Komentar Terbaru