Tertutup oleh topeng manis yang menipu semua mata,
Tak seorang pun tahu bahwa aku sedang bersandiwara.
Kupendam luka hati, kusembunyikan air mata,
Kurengkuh senyum palsu yang menipu dunia.
Tawa yang terdengar adalah gema kesepian,
Cerita bahagia hanyalah narasi rekaan.
Semua yang kucipta di atas panggung kehidupan,
Hanyalah sandiwara tanpa tepuk tangan.
“Hidupmu nyaman ya?” mereka bertanya.
Ya, benar. Hidupku memang nyaman.
Nyaman dalam balutan kepalsuan yang kupilih,
Nyaman dengan luka yang tak pernah kusentuh.
Nyaman dengan topeng yang melekat di wajah,
Nyaman dalam peran yang kumainkan setiap hari.
Terbiasa dengan skenario yang kutulis sendiri,
Dalam drama kehidupan yang tak pernah usai.
Ingin rasanya kuberkata,
“Syukurilah hidupmu yang sebenarnya.
Karena setiap jiwa memanggul beban masing-masing,
Yang tak terlihat oleh mata yang hanya melihat permukaan.”
Kisah hidup tak seindah yang dilihat,
Tak semerdu yang didengar.
Setiap orang punya sandiwara masing-masing,
Yang dimainkan dengan sempurna di atas panggung kehidupan.
Di balik setiap sandiwara,
Tersimpan jalan menuju kedewasaan.
Karena terkadang, untuk tumbuh menjadi lebih kuat,
Kita harus pandai menyembunyikan yang rapuh.
*****
Halo teman-teman! Terima kasih sudah membaca karya singkatku. Perkenalkan, namaku Farah Zetta Hullia Putri, biasa dipanggil Rara. Aku sangat menyukai dunia fiksi, berimajinasi dan berkreasi. Aku yakin suatu hari nanti aku akan menerbitkan novelku sendiri.
Jika kalian menyukai karyaku, tinggalkan jejak di kolom komentar ya. Sampai jumpa di karya selanjutnya!
Komentar Terbaru