Kamis, 10 Sep 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Kenapa? (Farah Zetta Hullia Putri)

Sekarang kau sudah tahu, bukan?
Bagaimana rasanya menjadi dewasa.

Berat, kan?
Seperti beban tak kasat mata yang perlahan menumpuk
Di kedua pundakmu yang masih belajar untuk tegap.

Semakin kau melangkah dewasa
Semakin dalam jejak yang harus kau tinggalkan.
Capek?

Sudahkah kau mengenal lelah yang sesungguhnya?
Dulu, saat PR sekolah menghampiri
Kau mengeluh dengan bibir mengerucut dan mata yang berlinang

Dulu, kala bel sekolah berbunyi
Kau memilih untuk menghilang, menghindar dari tanggung jawab
Bosan, katamu tentang pelajaran.
Tapi sekarang…

Tuhan telah menghadirkan pelajaran paling berharga dalam hidupmu
Sebuah ujian tanpa jeda, tanpa akhir pekan
Mau bolos kemana kali ini?

Dulu, kita berlomba mengejar kata ‘dewasa’
Sekarang, kita diam-diam merindukan suara tawa kanak-kanak
Yang lepas tanpa beban.

Ah, manusia… manusia…
Selalu rindu pada hal yang telah berlalu.

Ingatlah selalu, kawan
Dewasa bukanlah sekadar angka yang bertambah
Tapi tentang bagaimana hatimu merespons kehidupan
Tentang tanganmu yang tak lagi hanya menerima
Namun mulai memberi.

*****
Hai teman-teman yang sudah membaca tulisan singkatku ini. Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca sepenggal perenunganku. Perkenalkan, aku Farah Zetta Hullia Putri, siswi kelas 11 MAN 2 Kabupaten Probolinggo. Kalau ada waktu luang, mampirlah ke tulisan-tulisanku yang lain. Sampai jumpa di karya selanjutnya!

Baca juga:  Semesta Berkata ~ Aisyah

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR