Di angkasa kelam tanpa kerlip bintang,
Kabut malam merajut selimut kelam,
Langit membisu dalam hening panjang,
Mengalir bagai sungai waktu yang tergenang,
Menyimpan rahasia tak terucap dalam diam.
Cakrawala gelap memendam luka,
Kerinduan tersembunyi dalam gulita,
Tanpa setitik cahaya penunjuk arah,
Hanya kehampaan yang terus membakar dada,
Mencari secercah terang di kegelapan jiwa.
Rembulan pun bersembunyi di balik awan kelabu,
Seolah gentar menghadapi kelam yang merindu,
Tiada penghibur, tiada kawan sejiwa,
Hanya bayang-bayang tanpa rupa,
Melangkah dalam sepi tak bertepi.
Malam begitu tenang namun mencekam,
Angin membeku, hampa tak terbendung dalam diam,
Namun di balik sunyi tersimpan pesona,
Misteri terselubung, indah dan agung menggetarkan jiwa,
Menanti fajar membawa harapan baru yang nyata.
Di tengah gelap, kita belajar bertahan,
Merangkai serpihan mimpi menjadi harapan,
Meski malam panjang dan dingin menusuk kalbu,
Kita yakin mentari akan kembali menyapa,
Membawa cahaya, menghalau gelap yang merindu.
*****
Nizar Rizky Maulana, seorang pelajar MAN 2 Probolinggo, memiliki passion dalam dunia literasi dan sains. Dengan hobi membaca dan menulis, Nizar aktif mengeksplorasi berbagai topik menarik, terutama ilmu astronomi dan keangkasaan. Semangat belajarnya tercermin dalam motto hidupnya: “Pendidikan memang memiliki akar pahit, tapi buahnya terasa manis.” Melalui tulisan-tulisannya, Nizar berharap dapat berbagi pengetahuan dan menginspirasi orang lain untuk terus belajar dan mengembangkan diri.
Komentar Terbaru