Izinkan aku mengutarakan sesuatu padamu. Sebuah kejujuran yang mungkin akan mengubah segalanya. Entah apa yang akan terjadi setelah ini, tapi biarlah waktu yang menjawab.
Aku sadar sepenuhnya akan posisiku. Di matamu, aku mungkin hanya satu di antara ratusan siswa biasa. Tanpa prestasi gemilang, tanpa nilai-nilai membanggakan, bahkan tanpa jejak yang cukup berarti untuk diingat. Sementara kau? Kau bersinar begitu terang dengan segala pencapaianmu.
Setiap hari kulihat bagaimana kau menjalani hidupmu dengan penuh semangat. Aktif dalam berbagai organisasi sekolah, selalu mengangkat tangan pertama saat guru bertanya, dan tak jarang namamu terukir sebagai juara kelas. Belum lagi les-les prestisiusmu yang hanya bisa kudengar namanya, atau bagaimana kau begitu tekun dalam beribadah. Kau seperti bintang yang bersinar sempurna di langit yang gelap.
Lalu siapakah aku yang berani menyimpan rasa ini? Ah, mungkin ini hanya kekaguman semata. Ya Tuhan, mengapa hatiku seperti ini? Hidupku yang sempat dipenuhi kesedihan, kini menemukan secercah cahaya dalam sosokmu. Sering kali aku termenung, mencoba memahami perasaan ini lebih dalam.
Lucu rasanya, bagaimana hatiku bisa begitu kontradiktif. Ada kalanya aku ingin menjauh darimu, namun di saat yang sama, diam-diam aku mengabadikan sosokmu dalam jepretan kamera. Dan Ya Tuhan, betapa konyolnya aku yang tersenyum sendiri setiap kali menatap foto-foto itu.
*****
Saya Devi Zafarina Salsabilah, lahir pada tahun 2007. Berasal dari kecamatan Banyuanyar, belakang kantor kepala desa, Banyuanyar Kidul desanya. Motto hidup saya adalah “Ingin mencapai sesuatu harus dengan keyakinan, kesabaran, ketabahan, dan niat yang baik. Ingat bahwa ada Allah yang selalu bersama kita.” Sekian terima kasih
Komentar Terbaru