Di panggung kehidupan yang penuh warna,
Cinta menari bak melodi yang menggoda.
Terjatuh berkali-kali, kita bangkit lagi,
Demi menggapai cinta yang sejati.
Kemurnian cinta, bagai permata langka,
Menuntut perjuangan tanpa kata “lelah”.
Peluh bak embun pagi membasahi dahi,
Air mata mengalir laksana sungai suci.
Rasa sakit yang menempa jiwa,
Adalah harga mahal sebuah keberhasilan.
Namun dalam dada seorang kesatria,
Mimpi indah tak pernah padam.
Jati diri pejuang cinta sejati,
Tak gentar menghadapi badai dan petir.
Dengan tekad membara dan hati yang berani,
Ia terus melangkah mengejar mimpi.
Wahai para pencari cinta sejati,
Ingatlah, perjuangan adalah seni.
Dalam setiap langkah dan nafas yang kau ambil,
Cinta murni akan selalu menanti.
*****
Halo, aku Abelia. Jika kamu merasa galau, tulisanku siap menjadi temanmu. Jangan lupa mengikuti akun Instagramku di @liya.abelia. Sampai jumpa lagi di tulisan-tulisan selanjutnya yang siap menemani kegalauanmu.
Komentar Terbaru