“Kemerdekaan Negara Republik Indonesia. MERDEKA!” Slogan ini sering kita dengar. Namun, benarkah kita sudah benar-benar merdeka? Yang saya rasakan di negeri ini justru sebaliknya – kita masih terjajah. Mungkin bukan lagi oleh negara asing, melainkan oleh bangsa kita sendiri.
Pancasila, dasar negara kita, seolah hampir musnah. Mari kita telaah satu per satu:
1. “Ketuhanan Yang Maha Esa” – Ya, kita mengakui diri sebagai bangsa yang beriman.
2. “Kemanusiaan yang Adil dan Beradab” – Tapi di mana saya bisa menemukan keadilan itu? Pemerintah, bupati, kepala desa – ke mana mereka semua?
3. “Persatuan Indonesia” – Apakah masih ada persatuan di negeri ini? Jika ada, di mana? Saya tidak bisa merasakan indahnya kebersamaan. Indonesia sedang krisis persatuan!
4. “Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan” – Dulu, Indonesia dipimpin oleh pemimpin yang bijak. Kini, negeri ini penuh kesengsaraan. Korupsi merajalela, harta rakyat dirampas. Rakyat yang seharusnya hidup makmur, aman, dan damai, kini harus berjuang dalam kesulitan.
5. “Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia” – Bisakah saya menemukan keadilan di negeri ini? Wanita sering dianggap lebih rendah dari pria. Sementara itu, pria yang diagung-agungkan justru sering tak bisa menjaga martabatnya. Orang kaya lebih dihargai oleh mereka yang menyebut dirinya ‘pemerintah’. Seolah-olah mereka hidup hanya untuk melayani para elit, sementara kita, rakyat biasa, seakan tak dianggap dan tak pernah hidup layak sebagai warga negara Indonesia.
Inikah kemerdekaan yang kita perjuangkan? Masih panjang jalan yang harus kita tempuh untuk mencapai kemerdekaan yang sesungguhnya.
*****
Saya Devi Zafarina Salsabilah, lahir pada tahun 2007. Berasal dari kecamatan Banyuanyar, belakang kantor kepala desa, Banyuanyar Kidul desanya. Motto hidup saya adalah “Ingin mencapai sesuatu harus dengan keyakinan, kesabaran, ketabahan, dan niat yang baik. Ingat bahwa ada Allah yang selalu bersama kita.” Sekian terima kasih
Bettul3