Love Rock – TV girl
Saran: Nikmati saja keindahan melodi lagu ini, tanpa perlu memikirkan maknanya. Biarkan jiwa dan hatimu terbawa dalam harmoni yang indah.
Aku, dengan tulus, menyematkan namamu dalam setiap bait lagu ini. Mungkin memang terdengar sedikit aneh, tapi itulah caraku untuk mengungkapkan perasaanku padamu. Sebagai seorang pecinta seni dan musik, aku tidak terlalu mementingkan arti lirik. Yang terpenting bagiku adalah menikmati keindahan alunannya.
Cobalah dengarkanlah, wahai kekasihku. Melodi yang mengalun begitu indah, seolah-olah aku berada di sampingmu. Suaranya yang merdu, selaras dengan bayangan dirimu. Sungguh, musik ini begitu memesona.
Lihatlah, aku merayakan cinta ini dengan lagu yang begitu indah. Kubayangkan kita berdansa bersama, hanyut dalam irama yang memesona. Ah, betapa bahagianya aku.
Ya Tuhan, apa yang telah kukatakan? Mengapa aku begitu terhanyut dalam pesona lagu ini? Kapan lagu ini diciptakan? Rasanya sudah lama sekali. Terlalu banyak kata-kata indah di dalamnya. Ah, aku harus berhati-hati agar tidak terlalu berlebihan. Namun, lagu ini mengingatkanku pada seseorang di masa lalu yang begitu berharga. Sudah hampir 5 tahun sejak hari kelulusan itu, namun aku masih belum bisa melupakannya.
Sejak saat itu, aku tak pernah lagi mendengar kabar tentangnya. Aku bahkan tidak tahu bagaimana keadaannya sekarang. Kemarin, aku mendengar bahwa dia telah menemukan wanita lain, yang bahkan jika dibandingkan denganku, aku tidak mampu menyamai.
Namun, meskipun hatiku terasa perih, aku tetap bersyukur. Karena melalui lagu ini, aku dapat terus mengenangmu, merayakan cinta yang pernah kita miliki. Alunan musik ini akan selalu menjadi saksi bisu atas perasaan yang masih tersimpan di dalam hatiku.
Biarlah waktu yang menjawab, apakah kita akan bersatu kembali atau tidak. Yang terpenting, aku akan tetap menjaga cinta ini, melestarikan keindahan yang pernah kita rasakan. Lagu ini akan selalu menjadi penawar di saat aku merindukan dirimu.
Terima kasih, wahai kekasihku. Terima kasih atas semua kenangan indah yang pernah kita bagi bersama. Meskipun kini kita terpisah, aku akan selalu menjaga cinta ini, menjadikannya sebagai inspirasi dalam setiap langkahku. Semoga suatu hari nanti, kita dapat bersatu kembali, berdansa bersama dalam alunan musik yang memesona.
*****
Bionarasi Penulis
Saya Devi Zafarina Salsabilah, lahir pada tahun 2007. Berasal dari kecamatan Banyuanyar, belakang kantor kepala desa, Banyuanyar Kidul desanya. Motto hidup saya adalah “Ingin mencapai sesuatu harus dengan keyakinan, kesabaran, ketabahan, dan niat yang baik. Ingat bahwa ada Allah yang selalu bersama kita.” Sekian terima kasih
Komentar Terbaru