Aku ingin menjadi angin yang selalu kau hirup dan ada di sampingmu setiap detik, menjadi batu tepi pantai yang selalu menjadi persinggahan ombak walau hanya seperkian detik.
Namun, tak pernah sekalipun terbesit dalam pikiran untuk menjadi bunga. Dia memang indah, tapi jangan lupa jika bunga hanya dipuja ketika mekar dengan indah, lalu dihempaskan ketika layu dan tak lagi elok rupanya.
Aku juga tak ingin seperti selatan, yang hanya bisa memendam tanpa pernah ingin mengutarakan.
Tapi sayang, kau bagaikan bulan dikala malam. Bersinar, hingga banyak pasang mata yang berbondong-bondong untuk menatap dan menyaksikan keindahanmu itu.
Kau memiliki sinar yang menjadi lentera kala temaram, dan menyebarkan kehangatan kala dingin yang menjadi dominan.
Berbeda denganku, layaknya matahari di kala siang, memang selalu dibutuhkan tapi enggan untuk disaksikan.
Kau dan aku seperti matahari dan bulan yang tak akan pernah mengejar, namun saling melengkapi antara siang dan malam. Karena semesta berkata, semua berjalan pada rotasinya masing-masing. Tanpa mendahului ataupun berdiam diri, tapi saling melengkapi.
=====
Hai, aku Aisyah, panggil aja Ais! siswa Man 2 Probolinggo, fyi aku anak ips loh~ hehe. Suka apapun yang berbau senja dan pantai, apalagi kalo nikmatinnya sm dia. Sekian dan trims, kalian bisa temui aku di
@aisyazraaa_
=====
Az-Zahra_Syafhiraaa
Komentar Terbaru