Sabtu, 05 Sep 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Sean & Lian ~ Syafhira Khoirotun Zahra

Pagi itu, ruang kelas terasa hening dan sepi. Hanya ada satu sosok yang duduk di salah satu kursi, asyik memainkan ponselnya. Waktu baru menunjukkan pukul enam pagi, jauh sebelum bel tanda masuk berbunyi.

Perlahan, kursi-kursi kosong mulai terisi. Suasana kelas berubah menjadi ramai.

“Selamat pagi, Sean,” sapa Lian, teman dekat Sean, dengan semangat.

“Pagi,” balas Sean singkat.

Lian sudah terbiasa dengan balasan singkat Sean, namun dia tetap merasa kesal. “Sean, bisa tidak kalau kamu menjawab lebih panjang sedikit? Aku kesal mendengarnya!” ujar Lian.

“Hm,” jawab Sean singkat lagi.

“Duh, kamu ini benar-benar membuatku ingin melempar sesuatu,” gerutu Lian.

Sean tidak membalas. Dia kembali fokus membaca buku yang telah dipegangnya sejak tadi.

“Apa yang kamu baca?” tanya Lian penasaran.

“Novel,” jawab Sean.

“Apa? Kamu serius?” Lian terkejut.

“Diam, Lian. Lebih baik kamu juga membaca buku,” sarannya.

“Untuk apa?” Lian tampak kesal.

“Literasi,” jawab Sean singkat.

“Literasi? Apa itu?” Lian tampak bingung.

“Mulai minggu ini, sekolah kita menerapkan kebijakan baru. Kita harus membaca selama 15 menit sebelum jam pelajaran pertama dimulai,” jelas Sean.

“Ide itu cukup bagus, sih. Kita, generasi muda, sekarang lebih tertarik pada game dan media sosial,” kata Sean setuju.

“Jadi, kita harus membaca buku setiap hari?” tanya Lian.

“Iya,” jawab Sean sambil terus membaca bukunya.

Setelah percakapan itu, semua siswa di kelas mulai fokus pada bacaan masing-masing.

Waktu istirahat tiba, semua siswa berbondong-bondong keluar kelas menuju kantin. Begitu juga dengan Sean dan Lian, namun mereka berjalan dengan santai, tidak seperti teman-teman mereka yang terburu-buru.

Setelah makan, mereka kembali ke kelas. Di tengah perjalanan, Lian tampak antusias.

Baca juga:  Selamat datang di Perpustakaan MAN 2 Probolinggo!

“Sean, yuk nongkrong malam ini!” ajak Lian.

“Kapan dan di mana?” tanya Sean.

“Bagaimana kalau malam ini, di depan rumahku?” usul Lian.

“Boleh, nanti aku datang sekitar jam tujuh,” jawab Sean.

Mereka pun melanjutkan pelajaran seperti biasa. Bel pulang berbunyi, dan Lian menarik Sean untuk segera pulang.

“Jangan lupa datang malam ini, ya!” pesan Lian sebelum berpisah.

“Iya,” jawab Sean.

Malamnya, mereka berkumpul di teras rumah Lian, bercanda dan bermain game bersama. Akhirnya, Sean memutuskan untuk menginap karena sudah larut malam.

Keesokan harinya, mereka berangkat bersama ke sekolah seperti biasa.

Selesai. Semoga ceritanya menarik! Kapan-kapan kita bisa membuat cerbung, ya. Tapi, tunggu moodku bagus dulu, hehe…

_____

Assalamualaikum

Dàjiā hǎo, wǒ shì Syafhir.
Siganeul naeeo je jagpumeul ilgeojusyeoseo khamsahabnida.
Dangsini geugeoseul joahandamyeon naneun haengboghada.

Xièxiè nǐ!

KELUAR