Jumat, 04 Sep 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Menebar Senyuman ~ Salwa Nurul Asyifa

Pada suatu hari di sebuah kampung sebut saja kampung sunda. Warga kampung sunda tengah berkumpul di masjid untuk merayakan idul adha. Idul adha merupakan hari besar bagi umat Islam untuk memperingati peristiwa nabi Ibrahim dan nabi Ismail, pasti kalian tahu kan. Diantara warga yang turut meramaikan ada seseorang bernama Sani.

Sani merupakan seorang janda tua yang hidup sebatang kara. Meski hidup berkecukupan, ia tetap semangat dalam menjalani hidupnya. Ia bertahan hidup dengan bekerja menggembala kambing milik orang lain. Tapi, Sani selalu berusaha tegak dan bertahan dengan senyuman. Pada saat idul adha, ia merasa sedih karena tidak bisa memberikan qurban seperti warga lainnya. Selain itu, Sani juga sedih tidak dapat berkumpul dengan keluarga sama halnya dengan orang lain. Yang bisa ia rasakan saat ini adalah keberkahan hari raya idul adha.

Sholat pun telah usai. Warga bersiap membagikan daging qurban untuk yang membutuhkan. Sani merasakan keindahan berbagi kepada sesama meski tidak melaksanakan. Ia turut bahagia saat melihat senyuman sang pemberi dan yang menerima.

Sani duduk di teras rumahnya, menyaksikan keramaian. Tiba-tiba ada seorang pria menghampirinya. Pria itu adalah pak Syarif, salah satu warga yang turut serta melaksanakan qurban. Ia tengah menggenggam bungkusan yang berisi daging qurban. “Ini ada sedikit daging untuk ibu.” ucap pak Syarif yang sedang menyodorkan tangannya.

Seketika wajah Sani memancarkan kebahagiaan. Ia merasa sangat beruntung mendapatkan rezeki dan kenal dengan orang sebaik pak Syarif. Warga lain pun memberikan seperti halnya yang dilakukan pak Syarif. Sani sangat terharu dengan kebaikan-kebaikan warga kampung sunda. Tak sengaja ia meneteskan air mata, bersyukur atas rezeki yang melimpah.

Baca juga:  Melepas Genggaman ~ Yunita Saifilla

Sani merasa bahwa daging itu terlalu banyak untuk di konsumsi seorang diri. Ia pun membagikan sebagian daging qurban kepada orang yang lebih membutuhkan. Semua warga pun merasakan kebahagiaan dan kelezatan daging qurban. Merayakan idul adha dengan penuh sukacita.

Kita belajar bahwa rasa bahagia tidak hanya datang dari pemilik harta. Tapi, rasa simpati dan empati lah yang mengajak ia untuk berbagi. Meski hidup berkecukupan, Sani merasakan kehangatan dan kasih sayang. Sungguh idul adha yang begitu istimewa.

===
Assalamualaikum.
Salwa Nurul Asyifa lahir pada tahun 2007. Sekarang tengah menempuh pendidikan di MAN 2 Probolinggo. Menulis merupakan hobi baru baginya. “Beranilah untuk bermimpi dan beranikan dirimu untuk mewujudkan semua impianmu, karena impian tidak akan tercapai tanpa keberanian.”
Wassalamu’alaikum.

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR