Dia hadir kembali, setelah sekian lama menghilang dan tak lagi mendengar kabarnya. Apa yang harus kulakukan, senang atau sedih? Entahlah aku juga sedang bingung.
Hadirnya kembali membuat dadaku sesak. Aku terdiam menatap ponsel ku dan tertuju pada satu pesan di beranda WhatsApp ku, “Hai, apa kabar.” Begitulah kira-kira pesan yang tertulis di situ. Hati ku bergemuru di kala aku tau siapa pengirim pesan tersebut, jujur aku senang dengan kembalinya tetapi sekaligus sesak hati yang luar biasa. Jikalau mengingat saat dia pergi meninggalkan dulu, sungguh cara dia pergi sangat membuatku sakit.
Ku tanggapi pesan tersebut dengan balasan “Aku baik, bagaimana dengan dirimu.” Tampak dia senang dengan balasan tersebut, bagaimana aku bisa tau? Karena pesan suara yang dia kirim kepada ku.
Aku tak tahu pasti apa tujuan dia kembali ke kehidupan ku, yang aku tau dia jujur kepadaku bahwa dia menyesal karena telah meninggalkanku dulu. Dia meminta maaf kepadaku, dia mengatakan dia ingin memperbaiki semuanya dan ingin aku sekali lagi.
Tentu saja ini sangat membuatku rapuh, aku senang dia kembali tetapi aku tidak menanggapi ajakan dia untuk kita kembali. Pertanyaan ku kepada dia, kenapa dia datang setelah aku benar-benar melupakan dia, setelah aku menaruh renjana kepada sang tuan yang lain?
Tak bisa ku bohongi aku memang merindukanmu, tapi aku tidak bisa jika harus kembali dengan mu. Aku sudah lama menutup kisah kita, aku telah menghabiskan waktu berbulan-bulan untuk menunggu, tetapi waktu kita telah selesai, angan ku bukan lagi tentang mu. Maaf, renjana ku sudah menjadi milik seseorang.
=====
namanya Naila, menjadi jaksa adalah impiannya. Sekarang bersekolah di Madrasah Aliyah dikelas sepuluh ips, penyuka senja, laut dan hujan, tapi takut kalau guntur berbunyi, gadis aneh. Terimakasih telah membaca, mampir ke @tyhcnaiilaa_ dan @corettdisini arigato.
=====
Salwaa
Komentar Terbaru