Aku merindukan sosok nenekku yang selalu memberikan kehangatan dan cinta dalam hidupku. Sejak kecil, aku selalu merasa tenang dan damai ketika bersama nenek. Sosoknya yang lembut dan bijaksana selalu membuat hatiku merasa nyaman. Namun, seiring waktu berlalu, nenekku harus pergi meninggalkanku.
Hari itu, langit terlihat begitu cerah dan indah. Nenek dan aku berjalan-jalan di taman dekat rumah. Aku merasa begitu bahagia dan senang bisa bersama nenek, berbicara tentang segala hal yang terjadi di kehidupan kami. Namun, tiba-tiba nenek terjatuh dan tak lagi bisa bangun. Aku mencoba memanggil nenek berkali-kali, tapi sayangnya, nenek sudah pergi meninggalkan dunia ini.
Kehilangan nenek membuatku merasa hampa dan takut. Aku merasa seperti kehilangan sosok yang selalu memberikan kekuatan dan motivasi dalam setiap langkah hidupku. Namun, aku menyadari bahwa pesan dan nasehat nenek masih bersama aku, meski ia tak lagi berada di sampingku.
Saat ini, aku telah menjadi seorang anggota paskibra kecamatan dan juga telah lulus di tingkat kabupaten. Ini semua berkat dorongan dan motivasi nenek yang selalu memberikan nasehat dan dukungan dalam setiap langkahku. Ketika aku masih kecil, nenek sering bercerita tentang semangat dan keteguhan hati yang dibutuhkan untuk menjadi pengibar bendera yang tangguh dan berdedikasi. Pesan itu selalu teringat dalam setiap latihan dan pentas paskibra yang aku jalani.
Tak hanya itu, nenek juga selalu memberikan nasehat tentang bagaimana menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi segala rintangan hidup. Kata-kata bijaksana yang diucapkan nenek selalu menginspirasi aku untuk tetap berjuang dan terus belajar menghadapi segala hal yang terjadi.
Aku merindukan momen-momen indah bersama nenek. Seperti saat nenek suapin aku makan dan tidur bareng nenek. Aku ingin memeluk dan mencium nenek lagi, tapi kini aku tahu bahwa nenek telah pergi ke tempat yang lebih tenang. Namun, aku yakin bahwa semangat dan kasih sayang nenek akan selalu bersamaku dalam setiap langkah hidupku.
Terima kasih, Nenek, atas segala hal yang telah diberikan kepada cucumu ini. Aku berjanji untuk terus mengenangmu dan menjadikanmu sebagai panutan dalam hidupku. Setiap kali aku merasa takut atau terpuruk, aku akan mengingat pesanmu tentang keteguhan hati dan semangat juang yang tak pernah padam. Meskipun engkau tak lagi berada di sampingku, tapi aku tahu engkau akan selalu menjadi bagian dari hidupku, membuatku lebih kuat dan tangguh.
=====
Saya Ivo Nuril Fitriya Mita, biasa dipanggil Ivo. Saya lahir pada tanggal 21 Oktober dan beralamat di Pajarakan, Kabupaten Probolinggo. Semoga tulisan saya dapat menghibur dan bermanfaat bagi kalian semua. Terima kasih.
Komentar Terbaru