Maafkan aku kasih, yang tidak bisa menuliskan bait-bait cinta untukmu, karena aku bukanlah Imam Malik yang mengumpulkan seribu bait nahwu dengan bait-bait cintanya.
Aku bukanlah Imam Shanhaji, yang ikhlas setulus cinta menulis kitab Al jurumiyyah , sehingga Air laut pun tidak bisa melenturkan tintanya.
Aku pun bukan Jalaluddin Rumi, yang pandai membuat bait-bait cinta Dengan syair yang sangat indah.
Bukan juga Rabi’ah Al- adawiyah yang mempersembahkan cintanya melalui bait-bait yang indah.
Jika kamu bertanya apa aku mencintaimu? Jawabannya, tentu iya. Meskipun perhatianku seperti ikhfa’, namun cintaku padamu seperti idzhar yang terlihat jelas.
Berharap bisa bersanding denganmu bagai sifat “TAMANNI” di dalam ilmu “NAHWU”, sesuatu yang diidamkan yang tidak bisa diharapkan keberhasilannya, karena itu sulit terjadi.
Aku bagaikan mubtada’ yang tidak sempurna tanpa Khobar. Bukan pula seperti fiil yang di tinggal fail, dia akan mencari naibul fail untuk mengganti kedudukan fail.
Aku ingin seperti susunan jer majru. Dimana ada huruf jer pasti ada jer majrur.
=====
Saya Amelia Hasanah, yang mempunyai cita cita setinggi langit. Hobi membaca dan menulis. Penyuka hujan.
Komentar Terbaru