Senin, 21 Sep 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Bandung dan Senjanya ~ Naila UciTri Damayanti

“Berikan aku satu kebohongan yang indah,” ucap seorang gadis.

“Senja akan menampakkan gurat jingganya sore ini,” jawab seorang pria.

“Kebohongan yang sangat indah,” lirih seorang wanita.

“Langit semakin keras meraung dengan derasnya hujan, sebagai pertanda seberapa dalam lukanya.” Si wanita melanjutkan ucapannya.

“Langit kehilangan senjanya, ya?” jawab pelan seorang pria.

“Awalnya senja yang kehilangan langitnya, namun setelah waktu berlalu akhirnya kita tahu langit yang kehilangan senjanya,” ucap si gadis.

“Kau tahu … senja tanpa langit memang bukan apa-apa, tetapi langit tanpa senja akan kehilangan keindahan, keagungan, dan kesempurnaannya. Karena senja di ciptakan untuk melengkapi langit.” Si gadis melanjutkan perkataannya.

Bandung, Desember akhir tahun.

=====

Assalamualaikum, hallo aku Naila UciTri Damayanti, anak terakhir yang lahir di Probolinggo pada 3 Mei 2007. Pengagum Lee Donghyuck dan hujan, namun takut saat guntur berbunyi, suka membaca dan suka matcha. Bercita-cita menjadi seorang Jaksa hukum dan memakai almamater Universitas Brawijaya di depan makam ibundanya. Jangan lupa mampir di @tyhc.naiilaa_ dan @corettdisini. Terima kasih sudah membaca, wassalamu’alaikum

Baca juga:  1 Kata Sejuta Makna (Naila Amalia Bilqis)

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR