Selasa, 08 Sep 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Untukmu Yang Pernah Hadir ~ Kurotul Nur Aini Rohmah

Awal Agustus 2019, menjadi awal pertemuan kita lewat WhatsApp. Hari demi hari berlalu, waktu sepertinya turut andil memupuk jalinan kebersamaan antara kita berdua. Tepat di bulan ketiga, kau menyatakan perasaan, tapi aku belum siap dan membrikan jawaban yang tentu tidak kau harapkan. Sejak saat itu, percakapan antara kita mulai irit, kupikir jalinan kebersamaan ini semua telah berakhir.

Ternyata dugaanku salah. Desember 2019, kau kembali mencoba menyatakan isi hati untuk kedua kalinya. Namun jawabanku tetap sama, respon yang tentu tak sesuai ekspektasimu. Hubungan kita pun semakin merenggang, bahkan sampai lost contact, tidak ada kabar, semua hilang begitu saja, sirna tak berbekas, membuat kita saling menjalani hidup masing-masing tanpa saling tahu-menahu.

Kupikir kau tak akan datang lagi. Enam bulan kita benar-benar asing. Tak hanya di kehidupan nyata, akun sosmedmu pun ikut menghilang. Entah mengapa, ada rasa yang menggelitik hatiku. Jujur kuakui, “Aku merasa kehilanganmu. Semua ini membuatku hidup namun terasa mati. Sapa dan senyum manismu kala kita berjumpa di pagi hari, begitu kurindukan. Semua ini membuatku kehilangan semangat, apapun yang kulakukan seolah tak lagi ada gairah.”

Bingung. Satu kata itu menggejolak dalam hati dan pikiranku. Kala bulan dan bintang mulai menyapa, aku tumpahkan segala gundahku kepada Sang Pencipta dalam tahajjud dan sujudku di sepertiga malam akhir. Kamu tahu apa yang kupinta? Aku tak memohon kau kembali, tapi aku harap Sang Pemilik Hati menghapus rasa ini.

Waktu terus berjalan, rasa yang dulu kau torehkan kupikir mulai tak lagi begitu mengganggu, semuanya telah berjalan baik seperti air mengalir. Tiba-tiba, tanpa ada angin dan hujan, kau datang dan kembali menyatakan rasa yang sama. Kau tahu, saat itu aku merasa menjadi wanita paling bahagia, akhirnya cinta yang sebenarnya juga telah bersemai di hatiku kembali tumbuh.

Baca juga:  Rutinitasku ~ Syafhira Khoirotun Zahra

Tiga bulan kita menjalani semuanya dengan bahagia, berhayal akan seperti itu selamanya. Namun, itu hanya ekspektasi kosong belaka. Nyatanya, kita kembali asing, terpisah akibat ego yang membuat segalanya kembali hambar.

Kini dua tahun berlalu, bayangmu masih terjebak dalam benakku. Aku pun mulai belajar dan sadar, cinta tak harus memiliki. Teringat dengan quotes dari Kiera, “Kau telah mengubah diriku, dan aku tak akan melupakan itu”. Terima kasih telah hadir dalam hidupku, dan atas setiap hikmah yang bisa kupetik. Maaf tidak bisa menepati janji yang pernah terucap, dan belum bisa jadi yang terbaik.

Aku sangat bersyukur telah mengenalmu dan memiliki kesempatan bersama. Masalah jodoh, aku yakin itu sudah ada yang ngatur. Tapi satu hal yang ingin aku tanyakan, “Mengapa semesta mempertemukan kita bila akhirnya kita dipisahkan? Memang semesta mempunyai tujuan, tapi apa tujuan itu?”

Kamu adalah orang baik. Aaku mungkin tidak bisa menghapus kenangan ini, tapi aku usahakan tidak menggangu kehidupanmu yang baru.

=====

Hallo para reader’s!
Kurotul Nur Aini Rohmah merupakan perempuan yang lahir di Probolinggo pada 17 maret 2005. Membaca dan menulis adalah hobinya. Dia siswi di MAN 2 Probolinggo. Baginya, buku dan pulpen adalah teman sejati di saat senang maupun duka, ia pun hanya ingin menikmati hidup dengan tenang dan damai.

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR