Rabu, 02 Sep 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Dahsyatnya Dzikir Pagi dan Petang ~ Salwa Nurul Asyifa

Pagi yang cerah, awal masuk sekolah diawali oleh doa dan dilanjut dengan perkenalan oleh seorang ustadzah. Sesi pengenalan pun terlaksana lalu beliau ingin bercerita. Para santri pun menyetujui akan hal tersebut. Ceritanya tentang seorang gadis kecil. Bukan karena kecantikan rupa ataupun prestasinya , namun tentang doa yang senantiasa ia panjatkan.

Jadi gini. Suatu hari, gadis berjilbab itu telah pulang sekolah. Ia tidak dijemput orang tuanya hingga ia memilih untuk berjalan kaki, seorang diri. Di jalan yang sepi, tiba tiba sebuah mobil barang menghampirinya. Seorang pria keluar dari mobil tersebut dan menculiknya. Si gadis dimasukkan ke dalam mobil. Pintunya pun dikunci secara erat. Mobil pun pergi entah kemana, jauh dari tempat tersebut.

Tiba ditempat yang sangat sepi dan tidak layak, mobil berhenti. Si penculik ingin membuka pintu mobil dan mengeluarkan si gadis. Namun, kehendak Allah berkata lain. Pintu mobil itu mendadak tidak bisa dibuka, padahal ia telah memastikan bahwa kunci tersebut benar. Ia terus mencoba dengan berbagai cara bahkan berniat merusak pintu mobil itu.

Hari pun menjelang malam namun tetap saja pintunya terkunci, membuat si penculik gelisah. Dari dalam pun tak terdengar suara. Suara tangisan ataupun teriakan minta tolong, tak ada. Si penculik berpikir bahwa si gadis tidak bernyawa. Pikiran buruk tersebut terus memupuk. Rasa bersalah pun muncul dalam benaknya, awalnya yang berniat menculik hanya untuk mendapatkan tebusan.

Akhirnya, setelah beberapa lama berpikir, si penculik pun masuk ke mobil. Lalu, kembali berkendara. Kali ini ia ingin pergi ke kantor polisi sekitar. Dalam keraguannya, ia memilih untuk menyerahkan diri, berharap polisi mampu membuka pintu mobilnya, sehingga ia mengetahui kondisi gadis yang telah membuatnya merasa menjadi seorang pembunuh.

Baca juga:  Mahkota Kupu-kupu ~ Adinda Rizqiyatul Hasanah

Sesampainya di kantor polisi, segera ia meminta bantuan. Namun, nyatanya polisi pun tak mampu membuka pintu mobil itu. Maka dibawalah ke bengkel. Dan lagi, tak ada seorang pun yang bisa. Bahkan mesin las mendadak mati ketika ingin merusak gemboknya.

Datanglah seorang Syaikh. Beliau membantu untuk membukakan pintu mobil dengan caranya sendiri. Dengan cara ruqyah, ayat ayat suci Alquran, dan lain sebagainya. Tanpa disangka pintu terbuka dengan mudah, Masyaallah. Ajaibnya lagi gadis yang ada didalamnya selamat, lantas ia melompat turun dengan santai dari mobil barang tersebut.

Semua orang bingung, lalu Syaikh bertanya kepada si gadis “Dengan cara apa Allah melindungimu wahai gadis?”.
“Alhamdulillah, saya terbiasa melafalkan doa zikir pagi dan petang setiap hari. Selalu Istiqomah.” Jawab si gadis. Senyuman manis mengembang di wajah yang cantik. Allahu Akbar! Ustadzah mengakhiri ceritanya dengan seruan takbir yang menggetarkan seisi kelas.

Pesan moral dari kisah tersebut, tersimpulkan bahwa doa menjadi sumber kekuatan, saking kuatnya tak mampu dikalahkan, kadang merasa tidak masuk akal. Namun Allah telah berkehendak, maka segala sesuatu pun mudah bagi-Nya untuk diwujudkan. Termasuk apa yang telah terjadi pada si gadis yang selalu membaca dzikir pagi petang. Ketika ada yang mengusiknya, Allah pasti melindunginya.

===

Assalamualaikum.

Salwa Nurul Asyifa lahir pada tahun 2007. Sekarang tengah menempuh pendidikan di MAN 2 Probolinggo. Menulis merupakan hobi baru baginya. “Beranilah untuk bermimpi dan beranikan dirimu untuk mewujudkan semua impianmu, karena impian tidak akan tercapai tanpa keberanian.”

Wassalamu’alaikum.

===

Editor: Muhammad Bagas Rizky Pratama

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR