Tak pernah kupungkiri, kau menjadi orang penting bagi perjalanan hidupku. Sulit tuk dilupakan. Semesta yang pernah kuperjuangkan. Tak ada rasa penyesalan dalam mencintaimu, meski pedih rasanya berpisah denganmu.
Kau harus tahu, jantungmu tak akan tenang saat rindu menghampirimu. Tak akan tenang saat semua kenangan pulang tuk menagih janji.
Kita adalah doa yang pernah dipeluk semesta, lalu dihapus oleh sesuatu yang menyebabkan luka. Hal yang membuat diri ini tidak mengerti, masih ada orang yang ingin bahagia dengan menghancurkan kebahagiaan orang lain.
Namun satu yang harus kau tau, sejauh apapun kau pergi, mencoba menepis hati, kenangan akan terus memanggilmu tuk kembali. Janji adalah hutang. Jika kau tak penuhi, ia akan mencarimu kemana saja kau berpetualang.
Kau tak akan pernah bisa lari, pelukan yang pernah melekat adalah kesungguhan dari hati. Kau tak akan bisa membunuh rindu dengan sebuah racun. Kau akan dihantui oleh kecemasan. Sesuatu yang akan membawamu kembali tuk mencari.
Hari itu, kau takkan tahan dengan tahun yang berjalan membosankan. Kau membutuhkan untuk hidup yang penuh dengan segala tantangan. Hidup dengan diri ini adalah sesuatu impian yang kau korbankan. Namun, tak pernah kau relakan.
Akhirnya kau menyerah, usahamu dalam mencintai orang lain tuk pengganti akan kalah. Kau tak kan pernah bisa melepaskan diri dari pelukan ini. Walaupun aku yang tak pernah utuh tanpa kehadiranmu.
Angin dan hujan, tak peduli siang dan malam, kau mencari hingga bertemu. Kau ingin bahagia dalam bentuk kita. Segala usaha keras yang orang lakukan tuk memisahkan kita, mati pada akhirnya.
===
Assalamualaikum.
Salwa Nurul Asyifa lahir pada tahun 2007. Sekarang tengah menempuh pendidikan di MAN 2 Probolinggo. Menulis merupakan hobi baru baginya. “Beranilah untuk bermimpi dan beranikan dirimu untuk mewujudkan semua impianmu, karena impian tidak akan tercapai tanpa keberanian.”
Wassalamu’alaikum.
===
Editor: Muhammad Bagas Rizky Pratama
Komentar Terbaru