Minggu, 20 Sep 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Hukum Kemenangan ~ Panca Putri Aisyah Nurul Jannah

Tangisan yang terdengar oleh semesta, kepingan puzzle yang belum sempurna tergelatak di atas meja belajar, disampingnya terdapat kumpulan kertas yang sudah kerut dan buku berwarna coklat muda.

Usaha yang telah dibangun dari puncak uno stacko mulai runtuh, balau serempak dirusak, dan harapan yang diimpikan mulai memudar, seakan mustahil untuk dicapai. Raga ini mulai lemah, pikiran melayang, dikeroyok oleh sekumpulan kegagalan dan diterpa oleh bisikan kehinanaan, ketidakyakinan, dan ketidakmampuan.

Namun, tidak menyerah adalah kata pertama untuk terus bangun. Kali ini, masih mampu untuk bangun, dan berharap bangun kembali saat diseret oleh ombak kehidupan. Pikiran mulai mewancarai perasaan yang merasa gagal dan penuh ketidakyakinan. Suara radio bapak yang terdengar lamat-lamat dari dapur membuat sanubariku ingat padanya, aroma rempah-rempah masakan tercium dari dapur membuat sanubariku ingat pada ibu.

Tidak ada alasan untuk tidak memulai lagi dari awal, membuat menara dari kartu Remi yang sulit untuk ditata, atau merekatkan setiap kartu agar tegar dan tidak mudah melayang.

Tidak ada pahlawan yang tidak pernah tumbang, tidak ada artinya jika pahlawan selalu menang, dicerita bahkan pahlawan yang selalu menang itu kosong. Lawan sudah menang dari awal namun hukum alam kekalahan itu nyata dan tersedia untuknya, berbeda dengan pahlawan yang sudah kalah dari awal namun akhirnya di sanjung dan hukum kemenangan itu tersedia baginya.

=====

Panca Putri Aisyah Nurul Jannah. Lahir 08 Agustus 2007 dan bercita-cita menjadi Kowad. Memiliki hobi berpetualangan, membaca, dan menggambar. Ia merupakan alumni MI Izzatul Muta’allimin, MTSN 2 Probolinggo, dan kini tercatat sebagai siswi di MAN 2 Probolinggo. Kabar tentangnya bisa diikuti lewat IG @czxq.__

Baca juga:  Penunggu Hutan Pucuk (Lailil Magfiroh)

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR