Minggu, 20 Sep 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Menulis Pakai Cara EDAN

Menulis merupakan proses kreatif untuk menyampaikan pesan atau gagasan yang dirangkai dalam susunan huruf, kata, kalimat, dan menjadi paragraf. Teori ini sangat sederhana, dan pasti mampu dilakukan semua orang. Kata kuncinya ada pada “Pesan atau gagasan”, dan pasti masing-masing orang punya modal ini untuk mulai menulis.

Awali dengan kalimat sederhana meskipun singkat. Misalnya ketika ingin menuliskan pengalaman indah saat liburan sekolah bersama keluarga, tuliskan kalimat “Liburan indah bersama keluarga” sebagai langkah awal.

Buang jauh-jauh pikiran untuk menunda, karena ide tulisan sama dengan kesempatan yang terkadang hanya datang sekali. Ingat! Tulisan itu ada di tangan bukan di angan.

Lalu, nulisnya bagaimana? Ada empat teknik yang bisa dicoba. Agar lebih mudah diingat, keempat cara ini disingkat menjadi EDAN.

  1. Eksplanatif atau eksposisi. Cara menulis ini bisa dilakukan ketika ingin menjelaskan atau menyampaikan sebuah informasi. Misalnya menjelaskan rute yang harus dilalui ketika menuju ke suatu tempat, langkah-langkah merakit sebuah alat elektronik, petunjuk memasak makanan, dan lain-lain. Biasanya, tulisan eksplanatif sering ditemui dalam berita, tutorial, dan sebagainya.
  2. Deskriptif. Teknik ini digunakan ketika ingin menggambarkan atau mendeskripsikan sesuatu yang bisa ditangkap dan dirasakan oleh panca indra, meliputi bentuk fisik dan mimik seseorang, tempat, suasana, dan sebagainya. Contohnya rambut hitam yang bergelombang, daun kering yang berserakan di taman, wajah bulan dan bersinar laksana bulan purnama, dan lain-lain. Tujuannya agar pembaca dapat membayangkan hal yang ditulis.
  3. Argumentatif. Sesuai namanya, ini cocok digunakan ketika ingin menuliskan pendapat, pandangan, atau opini. Tujuannya agar pembaca bisa terpengaruh atau menerima argumen yang disampaikan. Tentunya, butuh landasan pemikiran yang kuat, teori yang mendukung, fakta yang sesuai, serta hal-hal lain agar menghasilkan tulisan yang berkualitas. Contohnya sering dipraktikkan ketika menulis esai dan artikel opini.
  4. Naratif. Berasal dari kata to narrate yang berarti bercerita, teknik ini banyak digunakan saat membuat karya seperti cerpen atau novel. Tujuannya agar pembaca mengerti alur kronologi sebuah peristiwa secara lengkap baik bersifat fiksi maupun fakta. Narasi dapat dibangun secara berurutan dari awal hinga akhir atau maju mundur, serta menggunakan sudut pandang orang pertama maupun orang ketiga.
Baca juga:  Senja Tanpamu ~ Adinda Rizqiyatul Hasanah

Keempat cara di atas, tentu bisa dipadukan. Misalnya naratif dan deskriptif, eksplanatif dengan argumentatif, atau bahkan memadukan seluruhnya dalam sebuah karya. Kesimpulannya, menulis bisa dilakukan dengan cara menjelaskan, mendeskripsikan, memengaruhi, atau menceritakan.


Penulis: Ahmad Syarif (Guru SKI MAN 2 Probolinggo)

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR