Gemercik hujan terdengar, derai air yang tak hentih berjatuhan.
Detakan jam yang berbunyi mengingatkanku bahwa waktu terus berjalan.
Kumenatap kosong ke arah tembok kamar.
Ruang hampa yang sunyi dengan iringan sebuah penyesalan.
Noda di hati kian menghitam, menandakan bahwa sang pemilik kerap akrab dengan maksiat.
Kumencoba menarik kembali hatiku, namun nyatanya tak semudah membalikkan telapak tangan.
Kerap kuberfikir, apakah ini bagian dari hukuman atau sekedar ujian?
Dan benar, sangat benar.
Hati yang mati tak bisa menampikkan semua hal itu.
Kuberfikir akan menyudahi semua ini.
Namun lagi dan lagi, iman yang ada seakan memberi secercah cahaya untuk terus bangkit.
Dan benar, sekali lagi benar.
Matinya hati, bukan berarti harus berhenti disini.
Bukan neraka yang ku incar, melainkan ridho allah yang sedang ku kejar.
=====
Assalamualaikum
Hai, saya Azam, terima kasih telah membaca tulisan ringkas ini. Semoga sedikit dari apa yang saya tulis bisa bermanfaat bagi saya dan kalian yang membacanya. Oh ya, jangan lupa follow IG BAIT_KEHIDUPAN ya hehe. Jazakallah Khairan.
Komentar Terbaru