{"id":780,"date":"2021-12-28T07:00:19","date_gmt":"2021-12-28T00:00:19","guid":{"rendered":"https:\/\/perpus.man2probolinggo.sch.id\/?p=780"},"modified":"2025-06-18T10:25:02","modified_gmt":"2025-06-18T03:25:02","slug":"puisi-cinta-mencintaimu-dalam-doa-aqiq-zaman-rusnadi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/2021\/12\/28\/puisi-cinta-mencintaimu-dalam-doa-aqiq-zaman-rusnadi\/","title":{"rendered":"Mencintaimu Dalam Doa ~ Aqiq Zaman Rusnadi"},"content":{"rendered":"<p>Terkadang diri ini berdoa agar sejenak bisa melupakanmu<br \/>\nBukan karna diri ini tak kuasa<br \/>\nHanya saja, sesuatu yang  ada belum waktunya<br \/>\nMenjadikan penghalang untuk diri ini agar bisa mencium bau surga-Nya<\/p>\n<p>Tak jarang anak muda terjerat dalam hal ini<br \/>\nMemilih jalan yang salah<br \/>\nBerharap semua berjalan dengan indah<br \/>\nHingga tak sadar bahwa mereka telah kehilangan arah<\/p>\n<p>Mencintai?<br \/>\nTak ada yang salah dengan hal itu<br \/>\nNamun, cara merealisasikannya yang kurang tepat<br \/>\nAntara cinta dengan nafsu<br \/>\nAtau cinta dalam diam<\/p>\n<p>Maka, adakah yang lebih indah dan syahdu dari dua jiwa yang saling menunggu?<br \/>\nYang tak saling menyapa, namun doanya riuh mengangkasa<br \/>\nMemilih senyap dalam rindu<br \/>\nMeski,rasa ingin ini yang mengebu-gebu<br \/>\nTetap menjaga kehormatan perasaan<br \/>\nKarna takut menyalahi aturan Sang Maha Cinta<\/p>\n<p>Genggamlah semua dengan iman<br \/>\nBukan dengan akal dan pikiran semata<br \/>\nSungguh dengan iman semua akan lebih indah<br \/>\nCintamu, doamu, harapanmu biarkan semua<br \/>\nBerada pada genggaman Sang Pemilik Cinta<\/p>\n<p>Antara azan yang berkumandang<br \/>\nDan kiblat yang tentukan arah pulang<br \/>\nAntara manisnya syahadat<br \/>\nDan dahsyat nya syafaat<br \/>\nAntara hitungan tasbih<br \/>\nDan indahnya doa<br \/>\nAku berharap bahwa sujudku dan sujudmu akan bertemu di amin yang sama.<br \/>\n&#8211;<br \/>\nBionarasi<br \/>\nAqiq Zaman Rusnadi, biasa dipanggil Izam. Lahir di Probolinggo 23 agustus 2005. Saat ini ia sedang menuntut ilmu di MAN 2 PROBOLINGGO, kelas 10 jurusan agama. Ia  bertempat tinggal di pajarakan Probolinggo. Salah satu pengagum dari kata motivasi Islam.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terkadang diri ini berdoa agar sejenak bisa melupakanmu Bukan karna diri ini tak kuasa Hanya saja, sesuatu yang ada belum waktunya Menjadikan penghalang untuk diri ini agar bisa mencium bau surga-Nya Tak jarang anak muda terjerat dalam hal ini Memilih jalan yang salah Berharap semua berjalan dengan indah Hingga tak sadar bahwa mereka telah kehilangan arah Mencintai? Tak ada yang salah dengan hal itu Namun, cara merealisasikannya yang kurang tepat Antara cinta dengan nafsu Atau cinta dalam diam Maka, adakah yang lebih indah dan syahdu dari dua jiwa yang saling menunggu? Yang tak saling menyapa, namun doanya riuh mengangkasa Memilih senyap dalam rindu Meski,rasa ingin ini yang mengebu-gebu Tetap menjaga kehormatan perasaan Karna takut menyalahi aturan Sang Maha Cinta Genggamlah semua dengan iman Bukan dengan akal dan pikiran semata Sungguh dengan iman semua akan lebih indah Cintamu, doamu, harapanmu biarkan semua Berada pada genggaman Sang Pemilik Cinta Antara azan yang berkumandang Dan kiblat yang tentukan arah pulang Antara manisnya syahadat Dan dahsyat nya syafaat Antara hitungan tasbih Dan indahnya doa Aku berharap bahwa sujudku dan sujudmu akan bertemu di amin yang sama. &#8211; Bionarasi Aqiq Zaman Rusnadi, biasa dipanggil Izam. Lahir di Probolinggo 23 agustus 2005. Saat ini ia sedang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[177,180],"tags":[243,91,190],"class_list":["post-780","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-jejak-aksara-pena","category-puisi-sajak","tag-aqiq-zaman-rusnadi","tag-man-2-probolinggo","tag-puisi"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/780","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=780"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/780\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9489,"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/780\/revisions\/9489"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=780"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=780"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=780"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}