{"id":741,"date":"2021-11-06T14:05:26","date_gmt":"2021-11-06T07:05:26","guid":{"rendered":"https:\/\/perpus.man2probolinggo.sch.id\/?p=741"},"modified":"2021-11-06T14:05:26","modified_gmt":"2021-11-06T07:05:26","slug":"cerpen-impian-yang-terwujud-faizah-juan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/2021\/11\/06\/cerpen-impian-yang-terwujud-faizah-juan\/","title":{"rendered":"Impian Yang Terwujud ~ Faizah Juan"},"content":{"rendered":"<p>Di sebuah sekolah di kota kecil, tengah berkumpul siswa-siswi yang menunggu pengumuman kelulusannya. Suasana di lapangan tempat mereka berkumpul saat ini begitu hening, terasa menegangkan.<br \/>\nMereka mengusap wajah perlahan, bersabar menunggu kepala sekolah mereka yang sampai kini belum juga berdiri di lapangan untuk memberikan penjelasan yang berarti.<br \/>\nSetelah menunggu beberapa menit kemudian, Kepala sekolah yang sedari tadi mereka tunggu akhirnya datang juga dengan wajah yang sangat serius. Membuah para siswa-siswi bertambah cemas dan gelisah.<br \/>\nTerdengar kepala sekolah mulai mengucapkan salam, menyapa dan kemudian menanyakan kabar siswa yang telah berkumpul di lapangan.<br \/>\n\u201cBagaimana? Sudah tenang setelah melewati ujian nasional?\u201d tanya ibu kepala sekolah.<br \/>\n\u201cBelum u,\u201d sorak siswa serentak.<br \/>\n\u201cKenapa emangnya?\u201d tanya kepala sekolah seolah tak mengerti kerasahan para siswa.<br \/>\n\u201cPengumumannya belum, Bu,\u201d ucap mereka lantang membuat kepala sekolah terkekeh pelan.<br \/>\n\u201cBaik-baik, Ibu tidak akan bicara panjang lebar dengan kalian saat ini, Ibu tahu, kalian sudah menunggu Ibu sedari tadi.\u201d Kepala sekolah mereka menghela napas sejenak.<br \/>\n\u201cBaiklah, langsung saja. Dengan bangga, Ibu menyatakan jika kalian, siswa-siswi kelas dua belas angkatan 2021,LULUS SERATUS PERSEN.\u201d Kalimat kepala sekolah singkat padat dan jelas.<br \/>\nSontak saja, seluruh siswa-siswi yang berada di lapangan tersebut langsung mengungkapkan rasa lega sekaligus bahagia mereka. Tepuk tangan riuh menggema di seluruh lapangan.<br \/>\nSetelah pengumuman yang menggembirakan tadi, Para siswa-siswi mulai melepas rindu mereka masing-masing di tengah lapangan tersebut.<br \/>\nSemua saling mengungkapkan kegembiraan mereka, terkecuali dengan gadis yang saat ini sedang di taman sekolah.<br \/>\n\u201cLettaa&#8230;Lu ke mana aja sih, dari tadi kita cariin tahu!\u201d teriak seseorang yang tiba-tiba saja datang.<br \/>\n\u201cAda apa?\u201d balas si gadis yang tadi diteriaki.<br \/>\n\u201cLo dipanggil sama Bu Lusi, tuh! Disuruh ke ruangannya.\u201d Kalimat yang membuat Letta sontak mengerenyit bingung.<br \/>\n\u201cDisuruh ke ruangan Bu Lusi? Untuk apa?\u201d Letta berusaha mencari tahu, dan hanya dibalas anggukan bahu tanda tak mengerti oleh temannya.<br \/>\nLetta segera bergegas ke ruangan bu Lusi. Setibanya di ruangan yang dituju, Letta mulai mengetuk pintu yang langsung dipersilakan masuk oleh bu Lusi. Dengan perlahan Letta mulai memasuki ruangan, dan terlihat bu Lusi hanya mengangguk menyambut kedatangannya.<br \/>\n \u201cIbu panggil saya?\u201d tanya Letta ketika sudah berada di hadapan bu Lusi.<br \/>\n\u201cIya, Leta, Duduklah!\u201d<br \/>\nSetelah duduk Leta menatap Bu Lusi yang tengah tersenyum manis membuatnya semakin bingung.<br \/>\nKemudian Bu Lusi membuka laci yang berada di sebelah kirinya, dan mengeluarkan map coklat yang terlihat sangat rapi. Setelah itu ,dia menyodorkan map tersebut pada Leta.<br \/>\n\u201cIni&#8230;apa, Bu?\u201d Letta merasa kebingungan.<br \/>\n\u201cBukalah.\u201d Bu Lusi menjawab singkat sambil tetap mengulas senyum.<br \/>\nDengan rasa penasaran yang besar, Leta mulai membuka amplop tersebut dengan tangan gemetar, takut jika sesuatu dalam map tersebut adalah berita buruk untuknya.<br \/>\nNamun, saat dia sudah membukanya dan membacanya dengan seksama, dia langsung terkejut dengan mata yang membulat besar. Tangan kirinya menutup mulutnya yang sedikit menganga karena tidak percaya akan apa yang dilihatnya. Dia mendongak kembali, Menatap Bu Lusi yang sampai kini masih tersenyum lembut padanya .<br \/>\n\u201cIni &#8230; Beasiswa, Bu? Untuk saya?\u201d tanyanya gugup.<br \/>\n\u201cIya, Leta. Betul sekali. Ada salah satu universitas yang ingin mengambil salah satu murid berprestasi dari sekolah kita, dan pihak sekolah, sudah memutuskan bahwa kamu yang akan menerima beasiswa tersebut.\u201d Terang bu Lusi sambil merapikan beberapa berkas di hadapannya.<br \/>\n \u201cAtas nama pribadi dan juga sekolah, Ibu mengucapkan selamat untuk kamu. Semoga dengan adanya beasiswa itu kamu bisa menjemput masa depan kamu yang gemilang nantinya,\u201d sambung bu Lusi seraya menjabat tangan Letta.<br \/>\n\u201cAmin, Terima kasih banyak, Bu. Terima kasih. kalau begitu saya permisi, Bu,\u201d tukas Letta berpamitan sambil mencium punggung tangan bu Lusi.<br \/>\nLeta keluar dengan langkah gembira. Dia langsung berlari keluar dari sekolah, dan pulang dengan langkah gembira.<br \/>\n*****<br \/>\nBionarasi<br \/>\nPerkenalkan nama saya Faizah Juan, biasa dipanggil Faiz. Saya sekarang bersekolah di MAN 2 Probolinggo kelas 11 mipa 2. Saya mempunyai hobi membaca. Alamat saya di Desa selogudig wetan, Dusun kerajan 2, jln condong,  kec.pajarakan, kabupaten probolinggo. faizahjuan@gmail.com.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Di sebuah sekolah di kota kecil, tengah berkumpul siswa-siswi yang menunggu pengumuman kelulusannya. Suasana di lapangan tempat mereka berkumpul saat ini begitu hening, terasa menegangkan. Mereka mengusap wajah perlahan, bersabar menunggu kepala sekolah mereka yang sampai kini belum juga berdiri di lapangan untuk memberikan penjelasan yang berarti. Setelah menunggu beberapa menit kemudian, Kepala sekolah yang sedari tadi mereka tunggu akhirnya datang juga dengan wajah yang sangat serius. Membuah para siswa-siswi bertambah cemas dan gelisah. Terdengar kepala sekolah mulai mengucapkan salam, menyapa dan kemudian menanyakan kabar siswa yang telah berkumpul di lapangan. \u201cBagaimana? Sudah tenang setelah melewati ujian nasional?\u201d tanya ibu kepala sekolah. \u201cBelum u,\u201d sorak siswa serentak. \u201cKenapa emangnya?\u201d tanya kepala sekolah seolah tak mengerti kerasahan para siswa. \u201cPengumumannya belum, Bu,\u201d ucap mereka lantang membuat kepala sekolah terkekeh pelan. \u201cBaik-baik, Ibu tidak akan bicara panjang lebar dengan kalian saat ini, Ibu tahu, kalian sudah menunggu Ibu sedari tadi.\u201d Kepala sekolah mereka menghela napas sejenak. \u201cBaiklah, langsung saja. Dengan bangga, Ibu menyatakan jika kalian, siswa-siswi kelas dua belas angkatan 2021,LULUS SERATUS PERSEN.\u201d Kalimat kepala sekolah singkat padat dan jelas. Sontak saja, seluruh siswa-siswi yang berada di lapangan tersebut langsung mengungkapkan rasa lega sekaligus bahagia mereka. Tepuk tangan riuh menggema di seluruh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[179],"tags":[211,212,216,91,231,232],"class_list":["post-741","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-cerita","tag-cerita-pendek","tag-cerpen-remaja","tag-faizah-juan","tag-man-2-probolinggo","tag-meraih-impian","tag-selalu-ada-jalan-untuk-sebuah-impian"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/741","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=741"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/741\/revisions"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=741"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=741"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=741"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}