{"id":1465,"date":"2022-11-11T10:00:22","date_gmt":"2022-11-11T03:00:22","guid":{"rendered":"https:\/\/perpus.man2probolinggo.sch.id\/?p=1465"},"modified":"2025-06-18T09:05:54","modified_gmt":"2025-06-18T02:05:54","slug":"sadar-diri-syafhira-khoirotun-zahra","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/2022\/11\/11\/sadar-diri-syafhira-khoirotun-zahra\/","title":{"rendered":"Sadar diri ~ Syafhira Khoirotun Zahra"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-size: 1.125rem\">Pasti kata sadar diri sering kita jumpai.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1.125rem\">M<\/span><span style=\"font-size: 1.125rem\">enurut pelajaran sosiologi, tujuan kita mempelajari ilmu sosiologi salah satunya agar kita sadar diri.<\/span><\/p>\n<p>Apa sih sadar diri?<br \/>\nKenapa kita harus sadar diri?<\/p>\n<p>Menurutku sadar diri itu penting, bisa dibilang banyak sekali manfaatnya, salah satunya untuk menghargai seseorang.<\/p>\n<p>Mungkin terlihat mudah, tapi beberapa orang sering melupakannya.<\/p>\n<p>Salah satunya ketika dia sudah dibantu tapi tidak mengucapkan terimakasih, apa sih susahnya bilang terimakasih?<br \/>\nTidak melulu orang yang memberi bantuan mengharapkan sesuatu, hanya sekedar ucapan terimakasih pun bisa membuat senang karena merasa dihargai.<\/p>\n<p><span style=\"font-size: 1.125rem\">Salah satu cara agar kita bisa sadar diri adalah dengan mengintrospeksi diri sendiri.<\/span><\/p>\n<p>Intropeksi diri dalam Islam adalah bermuhasabah, dengan melakukan muhasabah diri, manusia akan membuka hati dan menyadari segala dosanya. Setelah itu, muslim yang taat akan bertaubat dan tak mengulangi kesalahannya.<\/p>\n<p>Sebab taubat adalah bentuk penyesalan seorang muslim. Sebagaimana dalam hadis, Rasulullah bersabda &#8220;Menyesal adalah taubat.&#8221; (HR. Ibnu Majah).<\/p>\n<p>Menurut dalil yang lain mengenai muhasabah adalah terdapat pada QS Al Hasyr ayat 18 yang artinya, &#8220;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&#8221; (QS. Al-Hasyr, 18).<\/p>\n<p>______<\/p>\n<p>Haii&#8230;<br \/>\nSaya Syafhir, suka membaca dan mendengarkan musik:)<br \/>\nMerangkai kata adalah hal yang saat ini sangat aku suka.<br \/>\nMempunyai motto &#8220;Kalau belum mencoba jangan bilang tidak bisa&#8221;.<br \/>\nTerimakasih karena telah meluangkan waktu sejenak untuk membaca hihi..<br \/>\nSampai jumpa di karya saya yang berikutnya:)<\/p>\n<p>_________<\/p>\n<p>Editor : Salwa Nurul Asyifa<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasti kata sadar diri sering kita jumpai. Menurut pelajaran sosiologi, tujuan kita mempelajari ilmu sosiologi salah satunya agar kita sadar diri. Apa sih sadar diri? Kenapa kita harus sadar diri? Menurutku sadar diri itu penting, bisa dibilang banyak sekali manfaatnya, salah satunya untuk menghargai seseorang. Mungkin terlihat mudah, tapi beberapa orang sering melupakannya. Salah satunya ketika dia sudah dibantu tapi tidak mengucapkan terimakasih, apa sih susahnya bilang terimakasih? Tidak melulu orang yang memberi bantuan mengharapkan sesuatu, hanya sekedar ucapan terimakasih pun bisa membuat senang karena merasa dihargai. Salah satu cara agar kita bisa sadar diri adalah dengan mengintrospeksi diri sendiri. Intropeksi diri dalam Islam adalah bermuhasabah, dengan melakukan muhasabah diri, manusia akan membuka hati dan menyadari segala dosanya. Setelah itu, muslim yang taat akan bertaubat dan tak mengulangi kesalahannya. Sebab taubat adalah bentuk penyesalan seorang muslim. Sebagaimana dalam hadis, Rasulullah bersabda &#8220;Menyesal adalah taubat.&#8221; (HR. Ibnu Majah). Menurut dalil yang lain mengenai muhasabah adalah terdapat pada QS Al Hasyr ayat 18 yang artinya, &#8220;Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.&#8221; (QS. Al-Hasyr, 18). ______ Haii&#8230; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":1466,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[178,177],"tags":[91,447,302],"class_list":["post-1465","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-artikel-opini","category-jejak-aksara-pena","tag-man-2-probolinggo","tag-sadar-diri","tag-syafhira-khoirotun-zahra"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1465","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1465"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1465\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9148,"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1465\/revisions\/9148"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1465"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1465"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1465"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}