{"id":1359,"date":"2022-11-06T06:00:32","date_gmt":"2022-11-05T23:00:32","guid":{"rendered":"https:\/\/perpus.man2probolinggo.sch.id\/?p=1359"},"modified":"2025-06-18T10:16:07","modified_gmt":"2025-06-18T03:16:07","slug":"untuk-kamu-yang-selalu-tersenyum-naila-ucitri-damayanti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/2022\/11\/06\/untuk-kamu-yang-selalu-tersenyum-naila-ucitri-damayanti\/","title":{"rendered":"Untuk Kamu yang Selalu Tersenyum ~ Naila UciTri Damayanti"},"content":{"rendered":"<p>Aku melihat teduh di matamu, binarnya memancarkan kebahagiaan. Tapi jauh di dalamnya ada sendu yang terpancar.<br \/>\nKamu menebar senyum pada semua orang, menunjukkan seolah-olah kamu adalah manusia yang paling bahagia.<br \/>\nNamun di tengah malam senyum itu berganti menjadi tangis. Seluruh sesak yang terbendung, tumpah tak tertahankan dalam keheningan.<br \/>\nMenangis sampai kamu tertidur, esok paginya matamu membengkak. Tapi senyum itu masih setia kamu tunjukkan.<br \/>\nBisakah kamu berhenti?<br \/>\nBerhenti untuk menjadi kuat,<br \/>\nBerhenti berpura pura bahwa semuanya baik-baik saja,<br \/>\nBerhenti menunjukkan senyum itu pada orang-orang.<br \/>\nAku tahu kamu lelah.<\/p>\n<p>Istirahatlah! Dunia tidak akan runtuh jika kamu membuka topengmu.<br \/>\nBerhenti menjadi baik, sesekali kamu boleh bersikap egois.<br \/>\nBerhenti mengalah, kamu juga pantas mendapatkan hal-hal itu.<br \/>\nBerhenti membuat orang lain bahagia, lalu bahagiakan dirimu sendiri.<br \/>\nSebab, Dirimu sendiri lebih penting dari apapun.<br \/>\nJangan terus menerus menyakiti dirimu demi kebahagiaan orang lain. Kumohon ya &#8230;<br \/>\nKamu juga berhak untuk mendapatkan bahagia.<\/p>\n<p>&#8211;<br \/>\nBionarasi ~<br \/>\nHelo aku Naila UciTri Damayanti, Gadis asal Probolinggo pengagum Lee Donghyuck dan hujan, namun takut saat guntur berbunyi. Saat ini sedang duduk di bangku jenjang MA dengan jurusan yang akan di pilih nya (IPS), bercita-cita menjadi jaksa hukum dan memakai almamater Universitas Brawijaya di depan makam ibunya.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Aku melihat teduh di matamu, binarnya memancarkan kebahagiaan. Tapi jauh di dalamnya ada sendu yang terpancar. Kamu menebar senyum pada semua orang, menunjukkan seolah-olah kamu adalah manusia yang paling bahagia. Namun di tengah malam senyum itu berganti menjadi tangis. Seluruh sesak yang terbendung, tumpah tak tertahankan dalam keheningan. Menangis sampai kamu tertidur, esok paginya matamu membengkak. Tapi senyum itu masih setia kamu tunjukkan. Bisakah kamu berhenti? Berhenti untuk menjadi kuat, Berhenti berpura pura bahwa semuanya baik-baik saja, Berhenti menunjukkan senyum itu pada orang-orang. Aku tahu kamu lelah. Istirahatlah! Dunia tidak akan runtuh jika kamu membuka topengmu. Berhenti menjadi baik, sesekali kamu boleh bersikap egois. Berhenti mengalah, kamu juga pantas mendapatkan hal-hal itu. Berhenti membuat orang lain bahagia, lalu bahagiakan dirimu sendiri. Sebab, Dirimu sendiri lebih penting dari apapun. Jangan terus menerus menyakiti dirimu demi kebahagiaan orang lain. Kumohon ya &#8230; Kamu juga berhak untuk mendapatkan bahagia. &#8211; Bionarasi ~ Helo aku Naila UciTri Damayanti, Gadis asal Probolinggo pengagum Lee Donghyuck dan hujan, namun takut saat guntur berbunyi. Saat ini sedang duduk di bangku jenjang MA dengan jurusan yang akan di pilih nya (IPS), bercita-cita menjadi jaksa hukum dan memakai almamater Universitas Brawijaya di depan makam ibunya.<\/p>\n","protected":false},"author":5,"featured_media":1366,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[177,180],"tags":[91,310,404,275,409],"class_list":["post-1359","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-jejak-aksara-pena","category-puisi-sajak","tag-man-2-probolinggo","tag-naila-ucitri-damayanti","tag-rapuh","tag-senyum","tag-tangis"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1359","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=1359"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1359\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9439,"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/1359\/revisions\/9439"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=1359"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=1359"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/man2probolinggo.sch.id\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=1359"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}