Kamis, 10 Sep 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Thanks Bunda (Farah Zetta Hullia Putri)

Di tengah gemerlap dunia yang penuh dengan orang-orang hebat, sosok-sosok cemerlang, dan individu-individu perkasa, mataku hanya tertuju pada satu bintang yang tak pernah redup – Bundaku. Bagiku, dia adalah perwujudan sejati dari keagungan seorang wanita, seorang ibu yang harus mengarungi lautan kehidupan sendirian demi membesarkan buah hatinya.

Setiap hari, kulihat Bunda menari dalam balada waktu yang rumit. Dengan anggun, ia melangkah di antara perannya sebagai ibu dan tuntutan pekerjaannya. Tangannya yang lembut namun kuat harus mampu memeluk kami, anak-anaknya, sekaligus menggenggam erat tanggung jawab sebagai orang tua tunggal. Dia adalah ibu sekaligus ayah, matahari sekaligus rembulan dalam kehidupan kami.

Bundaku adalah definisi sejati dari kekuatan wanita. Dalam setiap tarikan napasnya, aku melihat ketangguhan yang menginspirasi. Meski aku sadar, mungkin aku tak akan pernah bisa menyamai kebesaran hatinya, namun api semangatnya telah menyalakan obor dalam diriku. Aku bertekad untuk tumbuh menjadi wanita tangguh sepertinya, melangkah tegap menghadapi badai kehidupan dengan keberanian yang ia ajarkan.

Perjalanan menuju kedewasaan ini tidak selalu mulus. Aku telah membuat banyak kesalahan, menciptakan gelombang kekecewaan yang terkadang membuat air mata Bunda mengalir diam-diam di malam hari. Setiap kesalahan itu kini menjadi batu yang membebani hatiku. Aku ingin meminta maaf, tapi lidahku seolah kelu, terhalang oleh rasa malu yang memuncak karena telah terlalu sering mengucapkan kata ‘maaf’ tanpa perubahan yang berarti.

Melalui tulisan ini, izinkan aku mengungkapkan penyesalan yang terdalam. Bunda, maafkan putrimu yang belum bisa menjadi seperti yang engkau harapkan. Namun percayalah, setiap nasihatmu, setiap tetes keringatmu, dan setiap do’a yang kau panjatkan untukku tak pernah sia-sia. Mereka telah tertanam dalam, menjadi benih yang suatu hari nanti akan berbunga indah dan membanggakanmu.

Baca juga:  Dorong Peningkatan Kompetensi Siswa di Kawasan Probolinggo, Olimpiade Sains di MAN 2 Probolinggo Sukses Diselenggarakan

Bundaku adalah pahlawan sejatiku. Dalam dirinya, aku melihat definisi sesungguhnya dari seorang wanita tangguh. Dia adalah bukti hidup bahwa cinta seorang ibu mampu mengalahkan segala rintangan, bahwa kelembutan bisa menjadi kekuatan terbesar di dunia ini.

Terima kasih, Bunda. Untuk cintamu yang tak berbatas, untuk pengorbananmu yang tak terhitung, dan untuk kesabaranmu yang tak terukur. Kau adalah alasan aku berani bermimpi, kau adalah inspirasi di balik setiap kata yang kutulis. Dalam setiap hembusan napasku, dalam setiap detak jantungku, ada namamu yang selalu kusebut dalam do’a.

Semoga suatu hari nanti, aku bisa membuatmu tersenyum bangga, Bunda. Karena bagiku, senyumanmu adalah medali emas yang paling kuimpikan dalam hidup ini.

*****

Halo, aku Farah Zetta Hullia Putri, biasa dipanggil Rara, tapi lebih suka dengan nama Zetta. Perjalanan literasiku bermula dari kecintaan pada novel-novel yang kubaca, yang kemudian menumbuhkan benih inspirasi dan imajinasi dalam benakku. Dari sanalah aku menemukan passion-ku dalam menulis, menjadikan kata-kata sebagai jembatan antara dunia imajinasiku dan realitas. Melalui tulisan, aku bisa mengekspresikan perasaan yang terkadang sulit kuungkapkan secara lisan. Terima kasih telah menyempatkan diri membaca karyaku. Aku berharap cerpen-cerpenku bisa menyentuh hati kalian dan mengingatkan untuk selalu menghargai sosok-sosok inspiratif dalam hidup, terutama ibu “Pahlawan tak bercape kita semua”.

KELUAR