Pernah merasa hancur, sedih, dan stres? Itulah yang sering kurasakan saat butuh seseorang untuk berbagi cerita. Aneh rasanya, punya rumah tapi tak tahu harus pulang ke mana. Punya keluarga tapi bingung harus bicara pada siapa. Ada ayah, tapi tak tahu bagaimana bermanja. Ada ibu, tapi tak paham harus bersikap seperti apa.
Aku selalu bertanya-tanya, bagaimana caranya merasakan kehangatan rumah yang sesungguhnya? Bagaimana rasanya memiliki keluarga utuh? Seperti apa kasih sayang ayah dan ibu yang tulus?
Saat melihat teman-teman bahagia bersama keluarganya, hatiku terasa tercubit. Mereka begitu disayangi ayah dan ibunya. Jujur, aku iri. Iri dengan mereka yang memiliki rumah utuh, orangtua yang bersatu, dan keluarga yang selalu mendukung.
Terkadang pikiranku melayang jauh. Untuk apa aku dilahirkan jika pada akhirnya ditinggalkan? Mengapa aku hadir di dunia ini jika hanya dianggap beban? Ayah, Ibu, pernahkah kalian memikirkan perasaanku?
Andai saja ada yang bertanya, “Bagaimana sekolahmu, Nak?” atau “Apa kau punya masalah dengan temanmu?”. Tapi tidak ada. Apakah kalian tidak menyadari bahwa aku sedang tidak baik-baik saja? Aku butuh kalian, butuh kasih sayang kalian.
Apakah anak broken home seperti aku tidak berhak mendapatkan kasih sayang orangtua? Apakah aku hanya bisa bermimpi memiliki keluarga bahagia seperti teman-teman yang lain? Bukankah aku juga berhak bahagia?
*****
Hai! Aku Farah Zetta Hullia Putri, tapi teman-teman biasa memanggilku Rara. Di dunia tulis-menulis, aku lebih dikenal dengan nama pena Zetta. Petualangan literasiku dimulai sejak aku masih di bangku tsanawiyah sebagai santri di pondok pesantren. Di sana, aku jatuh cinta pada dunia fiksi dan mulai menulis novel-novel yang dibaca oleh teman-teman sepesantrenku. Sekarang, sebagai siswi MAN 2 Probolinggo, aku terus mengasah kemampuan menulisku.
Komentar Terbaru