Minggu, 06 Sep 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Paglima kepercayaan Ummat Yang Sederhana (Laelatul Luqiyana Adawiyah)

Abu Ubaidah ibn al-Jarrah merupakan salah satu sahabat nabi yang terkemuka dan pertama masuk Islam. Beliau masuk Islam sehari setelah Abu Bakar Ash-Shiddiq. Nama lengkap beliau adalah Amir bin Abdullah bin Jarrah Al-Fihry Al-Quraiys.

Semasa menjadi seorang muslim, Abu Ubaidah senantiasa menghadapi penindasan dan perlakuan buruk dari kaum kafir Quraisy. Namun, ia tetap setia dan membela Rasulullah SAW dalam segala kondisi.

Ketika perang Badar berlangsung, Abu Ubaidah berada di barisan Rasulullah, sementara ayahnya berada di pihak musyrik. Meskipun berat, ia berusaha menghindari ayahnya dalam pertempuran. Namun, takdir mempertemukan mereka, dan Abu Ubaidah terpaksa menjatuhkan ayahnya.

Selanjutnya, Allah menurunkan firman-Nya dalam Surat Al-Mujadilah ayat 22, yang menegaskan bahwa orang beriman tidak boleh menjalin kasih sayang dengan mereka yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun mereka adalah kerabat terdekat.

Pada perang Uhud, Abu Ubaidah menunjukkan keberaniannya dengan menolong Nabi Muhammad SAW yang terluka akibat lemparan musuh. Ia mencabut satu per satu serpihan besi yang mengenai Nabi, bahkan sampai kehilangan dua gigi. Atas kesetiaan dan pengabdiannya, Nabi memberinya gelar “Amin al-Ummah” (Kepercayaan Umat).

Abu Ubaidah mengikuti seluruh peperangan bersama Rasulullah SAW, sehingga ia mendapat gelar “Qawiy al-Amin” (Yang Kuat Lagi Terpercaya). Umar bin al-Khattab juga mengangkatnya sebagai panglima.

Pada suatu kesempatan, Abu Ubaidah merahasiakan surat perintah dari Khalifah hingga perang usai dan kaum Muslim memperoleh kemenangan atas Romawi. Ia tidak ingin mengganggu konsentrasi pasukannya.

Suatu hari, Umar bin Khattab berkunjung ke rumah Abu Ubaidah dan terkejut melihat tidak ada barang berharga di sana. Khalifah Umar menawarkan agar Abu Ubaidah mengambil sebagian harta, namun ia menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, harta inilah yang membuat kita bisa enak tidur.”

Baca juga:  Jangan takut gelap. Ada aku di atap (Ajeng Sulistyo Syarif)

Abu Ubaidah wafat saat terjadi wabah penyakit yang menyebar di Syam. Semasa hidupnya, Rasulullah SAW pernah menyatakan bahwa Abu Ubaidah adalah orang kepercayaan umat ini.

*****

Laelatul Luqiyana Adawiyah, atau yang biasa dipanggil El, adalah seorang siswi di MAN 2 Probolinggo yang memiliki minat yang sangat besar pada musik. Saat ini, dia tengah mempelajari seni merangkai kata-kata baru di MA, meskipun masih pemula. Jangan ragu untuk mengikuti perjalanan kreatifnya melalui akun Instagram di lqynaa_/luqiyanaa_.

KELUAR