Selasa, 08 Sep 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Sembuh Dengan Waktu (Naurah Salsabila Auliya)

“Li, rasanya tak terasa sudah setahun tanpa dia,” Aura menghela napas lega sambil membuka percakapan dengan Liya di malam yang damai dan penuh cahaya bintang yang indah.

“Bagaimana perasaanmu setelah berhasil melewati semuanya, Ra?” tanya Liya.

“Aku merasa sangat bangga pada diriku sendiri dan bahagia karena bisa mengikhlaskan semuanya. Aku banyak belajar dari masalah itu, Li. Aku selalu berhati-hati dengan segala hal dan menjauhi yang bisa menyakitiku. Aku bisa mengabaikan pandangan negatif orang lain yang mungkin tidak benar, jika benar, aku akan introspeksi diri. Aku bisa lebih sabar dan menjaga kesehatan mentalku,” jawab Aura panjang lebar sambil mengingat semua perjuangan yang telah dilaluinya.

“Aku tahu, Ra! Tapi sebenarnya pasti ada perjuangan di balik itu semua, kan, Ra? Aku tahu waktu itu kamu merasa sakit dan kesehatan mentalmu terganggu, kan, Ra?” tanya Liya.

“Aku tidak bisa berbohong, Li. Memang benar kesehatan mentalku terganggu saat itu. Awalnya sangat sulit untuk bangkit, hampir menyerah karena semuanya terasa gelap. Aku merasa kotor dan bodoh. Aku merasa bingung dan tidak tahu harus bagaimana lagi. Aku selalu menyalahkan diri sendiri, meskipun bukan kesalahanku. Namun, Tuhan memberi kekuatan dan keyakinan yang tinggi untuk keluar dari fase itu. Aku berjuang keras untuk bangkit, dan seiring waktu, aku bisa hidup dengan mencintai diri sendiri dan menjaga kesehatan mentalku,” jawab Aura sambil berlinang air mata. Perasaannya saat ini campur aduk antara bahagia telah melewati semuanya dan sedih karena terlalu percaya pada laki-laki itu.

“Apakah kamu tidak berniat memberitahu temanmu alasan sebenarnya mengapa kalian putus dan perbuatan yang dilakukannya padamu?” tanya Liya kepada Aura. Liya sangat muak dengan laki-laki itu dan kesal karena Aura tidak memberitahu temannya tentang kejadian sebenarnya.

Baca juga:  Hey Aku! ~ Aprilia Anggraini Putri

“Aku tidak memiliki bukti, Li. Bukti-bukti itu sudah aku hapus. Aku tahu aku gegabah waktu itu, tapi aku merasa sakit dan emosional sehingga menghapus semua bukti. Aku tidak memiliki tenaga untuk melihat semua chat dari orang yang meresahkan aku karena ulahnya. Aku tidak menyangka dia bisa melakukan hal itu, dan tidak ada manfaatnya jika aku bicara tanpa bukti, nanti yang disalahkan juga aku,” jawab Aura dengan napas berat.

“Aura, kamu luar biasa! Aku tidak menyangka pemikiranmu sebijak ini dan hatimu begitu luas. Selamat ya, Ra! Aku bangga padamu karena bisa melewati semua ini. Terkadang, tidak semua berjalan sesuai yang kita bayangkan. Namun, pasti ada pelajaran yang Tuhan ingin berikan kepada kita di balik semua itu,” ucap Liya.

“Sembuh dengan waktu, itu memang benar adanya.”

*****

Hello everyone!
Let me introduce myself. My name is Naurah Salsabila Auliya, commonly known as Naurah. However, feel free to address me however you prefer. I have a passion for sports, particularly basketball. I appreciate everything related to nature, except for rain. Thank you for taking the time to read my post.

 

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR