Senin, 26 Feb 2024
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Isra’ Mi’raj; Peristiwa Monumental, Hadiah Allah Kepada Rasulullah & Ajarkan Kedekatan Kepada Hamba-Nya

#man2probolinggo #hadirsebagaiinspirasi

PAJARAKAN, MDP News – Isra’ Mi’raj, sebuah peristiwa monumental dalam sejarah Islam, Merujuk pada perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW dalam satu malam menuju Sidratul Muntaha, atau langit ketujuh. Peristiwa ini terjadi setelah wafatnya dua orang yang sangat dekat dengan beliau, yaitu pamannya, Abi Thalib, dan istrinya, Siti Khadijah.

Dalam banyak riwayat yang masyhur diyakini ummat Islam di Indonesia, peringatan Isra’ Mi’raj jatuh setiap tanggal 27 Rajab. Pada 2024, peringatan ini jatuh pada Rabu (7/2). Dalam perjalanan ini, Rasulullah diberi misi untuk menegakkan sholat bagi umatnya. Dalam bahasa Arab, ‘isra’ berarti perjalanan di malam hari, sementara ‘mi’raj’ berarti kenaikan.

Peristiwa Isra’ Mi’raj terdiri dari dua bagian. Bagian pertama, Isra, adalah perjalanan Rasulullah dari Masjidil Haram di Mekkah ke Masjidil Aqsa di Kota Syam. Dalam perjalanan singkat ini, Rasulullah menaiki Buraq, hewan putih yang lebih besar dari keledai dan berkecepatan kilat.

Bagian kedua, Mi’raj, adalah perjalanan Nabi Muhammad menuju langit ketujuh, ditemani oleh Malaikat Jibril. Di setiap tingkat langit, Rasulullah bertemu dengan nabi-nabi terdahulu. Di langit pertama, beliau bertemu dengan Nabi Adam AS. Di langit kedua, beliau bertemu dengan Nabi Yahya AS dan Nabi Isa AS. Di langit ketiga, beliau bertemu dengan Nabi Yusuf AS. Di langit keempat, beliau bertemu dengan Nabi Idris AS. Di langit kelima, beliau bertemu dengan Nabi Harun AS. Di langit keenam, beliau bertemu dengan Nabi Musa AS. Dan di penghujung langit ketujuh, beliau bertemu dengan Nabi Ibrahim AS, yang sedang bersandar pada Baitul Ma’mur.

Setelah mendapatkan wahyu tentang sholat lima puluh kali dalam sehari semalam dari Allah, Rasulullah turun ke langit keenam dan bertemu kembali dengan Nabi Musa AS. Nabi Musa menyarankan Rasulullah untuk meminta keringanan kepada Allah, karena ia merasa umat Rasulullah tidak akan mampu melaksanakan sholat sebanyak itu. Mendengar saran ini, Rasulullah kembali memohon keringanan kepada Allah. Akhirnya, Allah mengurangi jumlah sholat menjadi lima kali sehari semalam, tetapi dengan pahala yang sama dengan sholat lima puluh kali. Dengan demikian, umat Rasulullah SAW diwajibkan untuk beribadah kepada Allah lima kali sehari. Jika mereka melanggar kewajiban ini, mereka berdosa.

Peristiwa Isra’ Mi’raj adalah peringatan penting bagi umat Islam tentang pentingnya sholat dan perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW. Ini adalah peringatan tentang betapa dekatnya hubungan antara manusia dan Tuhan mereka, dan betapa pentingnya sholat dalam menjaga hubungan tersebut.


Penulis : Panca Putri Aisyah NJ. (XI-B)
Penyunting : Laelatul Luqiyana (XI-D)
Juru Kamera : Dani (XF)

#kementriansemuaagama

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR