Jumat, 04 Sep 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Tunduk Dalam Sepi ~ Yunita Saifilla

Di gelap malam, sosok yang rapuh berjalan tak tahu arah, cahaya rembulan menyinari dirinya. Rambut terurai dengan dress bunga yang robek di bagian bawah, kaki nya tak beralas. Ia menikmati malam yang hanya di isi oleh bisingnya kendaraan dan bintang-bintang yang menemani bulan menyinari bumi.

Badannya tertunduk, enggan menatap ke arah depan, air matanya sederas hujan. Hal buruk baru saja terjadi, ia kehilangan hal yang membuatnya rapuh hingga tak berani melihat kearah depan. Ia hanya bisa menunduk, tangisan yang menjawab segalanya.

Ia hendak menyerah dalam tundukan, padahal jika ia lebih berani melihat ke arah depan dengan badan yang tegak tanpa menunduk, ia bisa melihat betapa indahnya rembulan yang ditemani bintang bintang, ia bisa melihat bahwa kehidupannya masih berlanjut, tak ada yang terhenti bahkan ketika dia kehilangan seseorang.

Karena nyatanya, dengan menundukan kepala membuat diri kita merasa tak berani menghadapi apapun, dan waktu tak akan berhenti bahkan ketika kita berada di dalam keadaan yang paling sulit.

– Bionarasi
Hai! nama aku yunita saifilla, aku punya banyak nama panggilan tapi yang pasti aku di panggil nita, aku lahir 26 maret dan aku menduduki bangku man 2 Probolinggo. Aku punya banyak impian, tapi salah satu impian ku, menjadikan kamu abadi dalam karya ku.”

Editor: aisss

Baca juga:  Titip Pesan Untuk Ayah ~ Nayla Al Magfiroh

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR