Ada masa dalam hidupku ketika aku merasa terpuruk, seolah-olah aku tak akan pernah bisa bangkit dan berdamai dengan diriku sendiri. Aku mencoba melangkah melewati jalan yang penuh rintangan, berusaha bertahan saat badai menghantamku, dan berjuang melawan pikiran-pikiran negatif yang menghantuiku. Namun, aku selalu gagal, hingga semangatku untuk menjalani hari-hari pun meredup.
Pikiran negatifku seolah-olah berusaha merasuki alam bawah sadarku. Bahkan, pernah suatu saat aku menyalahkan takdir yang ditentukan oleh Tuhan. Namun, suatu malam di pantai, aku berbincang dengan temanku dan kami sama-sama merenung dan merefleksikan diri.
Dalam perbincangan itu, ada satu kalimat yang selalu kuingat, “Menurutmu, apakah takdir itu jahat atau kita yang kurang berusaha?” Temanku menjawab, “Kita yang kurang berusaha.” Kalimat itu membuatku tersadar dan mulai merefleksikan diri. Aku berdoa kepada Tuhan agar semua ini berakhir. Dan benar saja, setelah percakapan malam itu, tepat pada tanggal 30 Oktober 2023, aku berhasil berdamai dengan semua hal.
Akhirnya, dengan izin Tuhan, aku berhasil melewati jalan yang penuh rintangan itu. Aku berhasil bertahan saat badai menghantamku dan aku berhasil melawan pikiran negatifku. Aku sangat bangga dengan diriku karena telah berhasil melewati semua itu dan aku sangat berterima kasih kepada Tuhan.
Seperti lirik lagu “Satu Satu” oleh Idgitaf, “akan ada masa depan bagi semua yang bertahan.”
=====
Assalamualaikum gays! Halo nama saya Naurah Salsabila Auliya, bisa dipanggil Naurah atau Nau atau Ra, asalkan jangan panggil saya Salsalbut. Saya sekarang bersekolah di MAN 2 Probolinggo, hobby membaca, mendengarkan musik, main basket, dan mandi hujan. Saya sangat menyukai hujan, karena hujan menghadirkan ketenangan dan mengingatkan kenangan indah, xixixix. Sekian dan terimakasih semuanya!
Komentar Terbaru