Ketika jam menunjukkan pukul sepuluh pagi, kelelahan mulai merasuki setiap siswa di kelas kami. Satu per satu, mereka bergantian merelakan diri pada panggilan mimpi di sudut belakang kelas. Dinginnya udara pagi yang diperparah oleh hembusan AC, semakin mempercepat datangnya rasa kantuk. Meski guru berusaha keras menerangkan, sebagian besar dari kami memilih untuk melanjutkan tidur.
Kami, siswa kelas ini, terkenal sebagai ‘para tidur tercepat’. Banyak kelas lain yang beranggapan bahwa kami sangat akrab dan memiliki solidaritas tinggi. Namun, kenyataannya tidak seperti yang mereka bayangkan. Sebagian dari kami sering berbicara secara terang-terangan, bahkan tanpa memikirkan perasaan orang lain. Akibatnya, kelas kami sering terlibat dalam perdebatan, baik itu tentang kelas, peringatan hari-hari penting, dan lain sebagainya.
Kami hanya tampak akur saat ada acara makan-makan. Namun, di sisi lain, kelas kami sering berkumpul dan saling berbagi cerita, mengerjakan tugas bersama, dan bercanda. Suasana seperti ini biasanya terjadi jika tidak ada siswa yang mencari masalah terlebih dahulu.
Meski sering bertengkar, keseruan inilah yang akan kami rindukan ketika kami lulus nanti. Kenangan ini tidak akan terulang kembali. Hanya tiga tahun ini kami akan menghabiskan waktu bersama teman-teman. Setelah itu, semuanya akan sibuk dengan urusan masing-masing. Oleh karena itu, hargailah setiap pertemuan.
=====
Hai, saya Putri. Hobi saya adalah membaca dan menggambar kaligrafi. Saya suka membuat cerita sejak MTS. Motto hidup saya adalah “Terlahir dari keluarga sederhana tidak akan menghalangiku untuk bisa meraih cita-cita”. Selamat membaca cerita pendek saya yang sederhana ini.
Komentar Terbaru