Tiara menemukan sebuah ponsel lama yang sudah sepuluh tahun terlupakan di lemari belakang, “Hmm, masih bisa dipakai nggak ya?” gumamnya sambil mencoba menghidupkan ponsel tersebut. Setelah berhasil, ia mulai menjelajahi aplikasi-aplikasi yang ada di dalamnya. Salah satu yang menarik perhatiannya adalah aplikasi WhatsApp.
Ia menemukan sebuah kontak yang dulu ia beri nama ‘Nonop’. “Nonop Ndut, nanti Nonop nikah sama siapa? Ara nggak mau kalau Nonop nikah sama cewek lain,” tulis pesan dari Ara. Balasan dari Nonop membuat Tiara tersenyum, “Nonop kan masih kecil, Ara. Kata Mama, Nonop belum boleh nikah. Tapi, karena Nonop sayang banget sama Ara, Nonop janji suatu saat nanti Nonop bakal nikahin Ara.”
Tiara menemukan foto masa kecilnya bersama seorang pria kecil yang sepertinya temannya dulu. Karena penasaran, ia menunjukkan foto tersebut kepada ibunya dan bertanya, “Ma, ini siapa ya pria kecil di sampingku?”
Ibunya menjawab, “Oh, itu kan Naufal, sahabatmu waktu kecil.”
“Naufal? Sekarang dia ada di mana, Ma?” tanya Tiara.
Ibunya menjawab, “Mama kurang tahu, sayang. Setahu Mama, terakhir kali kita pindah ke Bandung, keluarga Naufal juga pindah ke luar negeri. Jadi, Naufal ikut orang tuanya pindah ke luar negeri.”
“Mama tahu nggak mereka pindah ke mana?” tanya Tiara.
“Di Malaysia, sayang,” jawab ibunya.
Beberapa bulan kemudian, sekolah Tiara kedatangan murid baru pindahan. Pria itu tampan, memiliki senyum manis, tubuh tinggi, dan tatapan yang membuat Tiara meleleh. Saat pulang sekolah, Tiara memotret pria itu secara diam-diam dan menanyakan identitasnya kepada teman-temannya.
“Itu kan murid baru, namanya Naufal Niandra Aulia. Dia pindahan dari Malaysia,” jawab temannya.
Mendengar jawaban itu, Tiara terkejut. “Apa iya dia benar-benar sahabatku pas kecil?” serunya.
Tiara mengunggah foto masa kecilnya bersama pria itu di Instagram dengan caption, “Sahabat kecilku sekarang di mana ya?”
Tak lama kemudian, ada notifikasi dari salah satu akun yang berkomentar, “Ara? Ini Ara, sahabat waktu kecilku pas di Magetan?”
Akun tersebut kemudian mengunggah foto Tiara yang sedang membaca buku di depan kelasnya. Tiara penasaran dan mengecek akun tersebut. Ternyata, nama akun itu adalah Naufal. Tiara memberitahu temannya, Naya, “Nay, ini akun siapa sih? Nggak sopan banget foto-fotoin orang tanpa izin. Awas aja sampai aku tau orangnya, aku bakal marahin dia habis-habisan.”
Naya membalas pesan itu, “Itu kan Instagramnya Naufal, cowok ganteng itu. Beruntung banget sih kamu bisa dipost sama dia. Ciee, pasti Naufal suka sama kamu. Atau jangan-jangan kalian udah diam-diam jadian?”
Tiara mendapatkan notifikasi pesan dari Naya, yang mengirimkan sebuah kontak bernama KA Naufal 12 IPA 1. Naya memaksa Tiara untuk mencoba menghubungi Naufal, mencurigai bahwa dia mungkin adalah orang yang diam-diam memotret Tiara. Atas desakan Naya, Tiara pun mencoba mengirimkan pesan ke nomor baru tersebut. Dia bertanya tentang foto dan nama lengkapnya, serta asal pindahannya. Jawaban yang diterima Tiara sama persis dengan nama sahabat kecilnya, membuatnya semakin yakin bahwa cowok ganteng itu adalah sahabatnya waktu kecil.
Tiara mencoba menceritakan sedikit tentang kecurigaannya. “Aku dulu punya sahabat cowok namanya Naufal. Awalnya kita sama-sama tinggal di Magetan, tapi tahun 2011 keluargaku memutuskan untuk pindah ke Bandung karena tugas ayahku. Sahabatku, kata Mama, juga pindah tapi ke luar negeri, ke Malaysia. Akhirnya, kita sudah lama tidak bertemu.”
Naufal membalas pesannya, “Bentar-bentar, kamu Tiara Athira Putri? Kalau iya, berarti kamu sahabatku waktu kecil?”
“Iya, itu namaku, Kak. Berarti kamu Nonop kesayanganku pas kecil,” balas Tiara.
Setelah mereka saling mengenali bahwa mereka adalah sahabat kecil yang terpisah karena jarak, Naufal hampir setiap hari menjemput dan bermain bersama Tiara. Enam tahun kemudian, Naufal menepati janjinya untuk menikahi Tiara. Inilah cerita Nonop dan Ara yang pernah ada.
=====
Hai, saya Putri. Hobi saya adalah membaca dan menggambar kaligrafi. Saya suka membuat cerita sejak MTS. Motto hidup saya adalah “Terlahir dari keluarga sederhana tidak akan menghalangiku untuk bisa meraih cita-cita”. Selamat membaca cerita pendek saya yang sederhana ini.
Komentar Terbaru