“Perdamaian.”
Hal sederhana namun banyak yang menyepelekan
Tak sedetikpun, dunia tanpa keriuhan
Tak sedetikpun, dunia tanpa jeritan
Jeritan manusia yang tak bersalah
Berujung hilangnya nyawa beribu, bahkan jutaan manusia.
Satu kata yang terlintas dipikiran
“Perang!”
Keriuhan yang dibuatnya, menjadikan suara dentuman keras sebagai bahan permainannya.
Orang tak bersalah jadi korban
Makian demi makian terlontarkan
Damai?
Kata yang tak pernah didengar oleh para korban yang kian berjatuhan.
Peperangan mengakhiri semua keputusan
Langkah kaki menuju perdamaian yang dicari, bukan peperangan
Hindari peperangan, ciptakan perdamaian yang aman
Perdamaian yang tentram yang membahagiakan.
=====
Dinda namanya, remaja berumur belasan yang bercita-cita tinggi berkuliah di universitas negeri. Duduk di bangku putih abu-abu tak membuatnya berhenti untuk terus berkarya, banyak karya yang telah ia tulis dalam coretannya, patah semangat bukanlah hal baru lagi baginya, tapi untuk menjadi yang terbaik.
=====
Komentar Terbaru