Kamis, 03 Sep 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Pesan Untuk Pahlawan dan Malaikatku ~ Lusiana Syafitri

Setiap kali aku berdoa, setiap kali aku menunaikan sholat, air mataku tak henti-henti mengalir. Aku merindukan seseorang yang sangat berarti dalam hidupku, dia adalah ayahku, pahlawan terhebat di dunia ini. Namun, sekarang dia sudah berada jauh di sana, di tempat yang tak bisa kujangkau.

Satu tahun yang lalu, sebuah kejadian memisahkan kami. Ayahku, Tohir, adalah seorang pekerja keras. Dia begitu bersemangat mencari nafkah hingga sering kali melupakan kesehatannya sendiri. Pikirannya hanya dipenuhi oleh keinginan untuk membahagiakan istri dan anak-anaknya.

Namun, ujian datang dari Tuhan. Ayahku menderita penyakit selama lebih dari tiga tahun. Meski begitu, dia tetap menjadi pahlawan bagi keluargaku.

Aku merasa sangat beruntung memiliki ayah seperti Tohir. Bagiku, dia bukan hanya pahlawan, tetapi juga malaikat. Dia adalah kesatria tanpa kuda yang selalu ada untukku. Meski dia sudah pergi dan aku tak bisa melihat atau mendengar suaranya lagi, aku yakin dia selalu melihatku dan mendoakan yang terbaik untukku dari sana. Dan aku pun akan selalu mengirimkan doa untuknya di setiap sholatku.

Namun, mengapa setiap kali aku teringat padanya, air mataku selalu menetes? Aku merindu padamu, Ayah. Aku ingin memelukmu.

Aku sadar, jika aku terus menangis, itu akan membuatmu sedih di sana, kan, Ayah? Jadi, mulai hari ini, mulai detik ini, aku tidak akan membuatmu sedih lagi. Maafkan aku, ya, Ayah. Insya Allah, kita akan bertemu lagi di akhirat nanti. Aku akan menjadi kuda bersayap yang akan membawamu dan Ibu ke surga. Amin.

=====

Perkenalkan, saya Lusiana Syafitri, lahir pada 2007. Berasal dari kampung sebelah, di depan Basmalah, Karangpranti nama desanya. Saya memiliki motto hidup yang menginspirasi saya untuk terus berjuang dan berkarya, yaitu “Sebuah proses pasti penuh air mata, tapi di ujung cerita ada cita-cita yang sedang menanti.” Terimakasih.

Baca juga:  Kesendirian Mati Rasa ~ Lesti Abelia

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR