Jumat, 04 Sep 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Kisah Kita ~ Adinda Rizqiyatul Hasanah

Faktanya tidak sedikit penulis yang menceritakan orang dalam karyanya

Termasuk aku. Tiap karya, ada orang dibaliknya. Banyak yang berubah di sekitarku. Pola pikirku juga semakin berubah.

Semua tinta hitam ini. Menjadi karya yang mempunyai seribu kenangan didalamnya

Tiap benda ada masanya. Apalagi manusia, ada masanya

Bedanya, gak pakai teori aja. Manusia bisa pergi dengan alasan bervariasi. Mungkin masanya aja yang udah abis. Bisa saja, dengan alasan yang cukup sederhana

‘Bosan’

Lepas, Ikhlas, tuntas. Kata singkat namun menyakitkan. Ini bukan soal datang dan pergi. But, siapa yang bertahan hingga akhir

Daun akan layu serta lapuk dimakan waktu. Yang sama berharga untuk tanah menjadi subur. Kita sudah selesai.

Raih apa yang kita rencanakan diawal. Raih apa yang kamu ceritakan kemarin. Kita lihat siapa yang menyentuh finish lebih dahulu

Apakah itu aku, atau kamu?

===

Dinda namanya, remaja berumur belasan yang bercita-cita tinggi berkuliah di universitas negeri. Duduk di bangku putih abu-abu tak membuatnya berhenti untuk terus berkarya, banyak karya yang telah ia tulis dalam coretannya, patah semangat bukanlah hal baru lagi baginya, tapi untuk menjadi yang terbaik dari yang terbaik.

===

Salwaa

Baca juga:  Sejarah Azan dan Keutamaannya ~ Amelia Hasanah

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR