Hahh … helaan nafas terdengar dari bilah mulut seorang gadis remaja.
“Haha, sakit ya? padahal ini bukan yang pertama,” ucapnya dengan tawanya yang hampa.
“Sakitnya masih sama, tak berkurang sedikit saja,” lanjutnya dengan linangan air mata.
“Kisah ini bukan lagi dalam dunia yang sama, kini semuanya telah terpisah oleh takdir sang Maha Kuasa. Aku bisa apa jika bukan berdoa dan berdoa?” ungkapnya dengan hati yang terluka.
“Ini adalah tahun kedua, tapi sakitnya masih sama seperti tahun sebelumnya. Sosoknya hadir dengan begitu nyata, walau kutahu bahwa kini hanya berupa memori ingatan saja,” lirihnya sembari menepuk kuat dadanya.
Sesak yang ia terima begitu menyiksa, tak hanya fisik tapi psikisnya juga.
“Kini semua tak lagi sama, hanya ada aku dan kenanganmu yang tak akan pernah kulupa,” ucapnya mengakhiri monolog kata.
______
Haii…
Saya Syafhir, suka membaca dan mendengarkan musik:)
Merangkai kata adalah hal yang saat ini sangat aku suka.
Mempunyai motto “Kalau belum mencoba jangan bilang tidak bisa”.
Terimakasih karena telah meluangkan waktu sejenak untuk membaca hihi..
Sampai jumpa di karya saya yang berikutnya:)
Komentar Terbaru