Jumat, 04 Sep 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Ampunan dan Rahmat Bagi Pemaaf ~ Muhammad Bagas Rizky Pratama

Memaafkan orang yang pernah berbuat salah adalah hal yang susah bagi kebanyakan orang. Terlebih lagi jika orang tersebut telah melukai hati bukan hanya sekali.

Namun, ada pula yang Allah beri kemudahan untuk memaafkan. Bahkan cukup banyak contohnya jika ingin disebutkan. Baik teladan dari para Nabi, para sahabat, dan orang-orang shaleh setelah mereka.

Siapa yang tak mengenal Nabi Yusuf ‘alaihis salam. Allah telah mengabadikan kisah beliau yang memaafkan saudara-saudaranya dalam Al-Qur’an.

Selain itu, memaafkan telah melekat pada diri Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Bahkan, dalam beberapa riwayat telah disebutkan bahwa Nabi adalah sosok yang mudah memaafkan. Abdullah bin ‘Amr bin al-Ash radhiyallahu ‘anhuma menjelaskan,
وَلَا يَدْفَعُ بِالسَّيِّئَةِ السَّيِّئَةَ وَلَكِنْ يَعْفُو وَيَغْفِرُ
Tidak membalas keburukan dengan keburukan juga, namun memaafkan dan memberikan ampunan (H.R al-Bukhari)

Nabi ﷺ memaafkan penduduk Thaif yang melempari beliau dengan batu hingga darah beliau bercucuran. Nabi ﷺ juga memaafkan Wahsyi bin Harb yang telah membunuh sang paman. Ingat juga ketika beliau memaafkan Abu Sufyan radhiyallahu ‘anhu.

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah mendoakan agar Allah Ta’ala memaafkan orang-orang yang menzhalimi beliau,
اللهم اعف عمن ظلمني
“Ya Allah, maafkanlah orang-orang yang menzhalimiku”

Dan doa itu banyak diulang-ulang oleh Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah. Keesokannya beliau ditanya, “Wahai Abu Sa’id (panggilan akrab beliau), semalam saya mendengar anda memohon kepada Allah agar memaafkan orang-orang yang menzhalimi anda.”

Karena saking banyaknya Al-Hasan Al-Bashri mengulang-ulang doa tersebut orang itu mengatakan,
حتى تمنيت أن أكون فيمن ظلمك
“Hingga saya berharap saya pernah menzhalimi anda.” Ia berharap agar termasuk yang didoakan oleh Al-Hasan Al-Bashri supaya Allah memaafkannya. Kemudian ia bertanya kepada Al-Hasan,
فما دعاك إلى ذلك؟
“Mengapa anda berdoa demikian?”
“Karena firman-Nya Tabaroka wa Ta’ala:
فمن عفا وأصلح فأجره على الله (Barang siapa yang memberikan maaf dan menghasilkan perbaikan, maka pahalanya disediakan oleh Allah (Q.S asy-Syura ayat 40))” (Syarh Shahih Bukhari karya Ibnu Baththal, 6/575-576)

Baca juga:  Cinta Yang Berbeda (Naila Amalia Bilqis)

Pahala yang dijanjikan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang membuat beliau berdoa demikian. Itulah salah satu keutamaan jika kita mau memaafkan.

Selain itu, Orang yang mudah memaafkan akan mendapat ampunan Ar-Rahman. Allah berfirman,
وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا أَلَا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيم
Berikanlah maaf dan abaikanlah (kesalahan orang terhadapmu). Tidakkah kalian suka jika Allah mengampuni kalian? Allah adalah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (Q.S anNuur ayat 22)

Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mengabarkan bahwa perangainya orang yang bertakwa adalah mudah memaafkan. Orang beriman bukanlah pendendam. Allah berfirman,
…وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاس…
…dan orang-orang yang menahan amarah, serta memaafkan (kesalahan) manusia…(Q.S Ali Imran ayat 134)

Juga dalam ayat yang lain,
وَإِذَا مَا غَضِبُوا هُمْ يَغْفِرُونَ
Dan jika mereka marah, mereka kemudian mengampuni (Q.S asy-Syura ayat 37)

Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menganugerahkan kita akhlak mulia dan menjadikan kita orang yang pemaaf.

=====

Muhammad Bagas Rizky Pratama, biasa dipanggil Bagas. Siswa kelas 12 jurusan keagamaan, MAN 2 Probolinggo. Lahir di Probolinggo pada tanggal 16 Maret 2006, dan sekarang berusia 16 tahun. Bertempat tinggal di Desa Sukokerto, Kec. Pajarakan, Kab. Probolinggo.

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR