Seorang yang mencurahkan kemampuannya untuk menuntut ilmu dan mengamalkan ilmunya. Ia korbankan keinginannya untuk bersenang-senang sepanjang waktunya. Demi mendapatkan warisan dari para Nabi dan mengamalkannya. Yaitu ilmu yang bermanfaat yang membantunya meniti jalan keselamatan di dunia dan akhirat.
Tentunya berbeda dengan orang yang menghabiskan waktunya untuk bersantai-santai saja. Mereka yang melakukan kegiatan-kegiatan yang tiada manfaatnya. Bahkan akan mereka tuai penyesalannya di masa tua.
Imam Abul Faraj Ibnul Jauzi rahimahullah (Hifzhul Umur: 64) menggambarkan perbedaan keduanya. Beliau mengatakan,
وَكَذَلِكَ أَخَوَانِ، طَلَبَ أَحَدُهُمَا الْعِلْمَ مِنْ صِغَرِهِ وَآثَرَ الآخَرُ الْبَطَالَةَ، فَاجْتَمَعَا عِنْدَ عُلُوِّ السِّنِّ فَقَعَدَا فِي مَكَانٍ، فَلاحَ عَلَى هَذَا أَثَرُ التَّعَبِ وَقَدْ حَصَّلَ الْعِلْمَ وَالتَّقْوَى، وَلَيْسَ بِيَدِ ذَاكَ مِنْ آثَارِ الرَّاحَةِ شَيْءٌ بَلْ إِنْ تَفَكَّرَ تَحَسَّرَ، فَأُفٍّ لِعَاقِلٍ يَسْتَعْجِلُ الْبَطَالَةَ وَيَنْسَى مَا يَجْنِي.
“Begitu juga -hendaklah seseorang merenungi- dua orang yang bersaudara. Yang salah satu dari keduanya menuntut ilmu sejak kecil dan yang lainnya lebih memilih menganggur (tidak belajar).
Maka, ketika mereka berdua berkumpul di usia besar dan keduanya duduk dalam satu tempat. Akan tampaklah pada yang ini -yakni yang menuntut ilmu sejak kecil- hasil dari keletihannya dan ia telah meraih ilmu serta ketakwaan.
Adapun di tangan yang itu -yakni yang lebih memilih menganggur- tidak ada sesuatu apapun dari hasil berleha-lehanya. Bahkan, apabila ia memikirkannya, ia akan menyesalinya.
Maka sungguh, betapa ruginya orang berakal yang ia lebih memilih menganggur (tidak beramal shalih). Dan ia melupakan apa yang akan ia petik (dari pahala-pahala kelak di akhirat)”
Ikhwani fillah rahimakumullah… Perhatikanlah perkataan Ibnul Jauzi di atas. Bangkitkan semangat dalam diri kita untuk menuntut ilmu. Terlebih ilmu agama yang akan membuahkan takwa dalam diri kita.
Sekarang, mari renungkan. Untuk apa masa mudamu selama ini? Thalabul ilmi atau mabar dengan teman tanpa henti? Belajar nahwu atau sibuk nonton wibu? Sibuk menyimak berita-berita artis terbaru tapi tentang Nabimu tak banyak kau tahu.
Kawan, manfaatkanlah usiamu untuk thalabul ilmi sebelum datangnya masa tua. Tak mau kan jika nanti masa tuamu penuh penyesalan?
=====
Muhammad Bagas Rizky Pratama, biasa dipanggil Bagas. Siswa jurusan keagamaan, MAN 2 Probolinggo. Lahir di Probolinggo pada tanggal 16 Maret 2006, dan bertempat tinggal di Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, Kab. Probolinggo.
Komentar Terbaru