Sahabat hanya sebuah istilah sederhana, tetapi mengandung makna yang sangat mendalam. Butuh kepercayaan dan pengorbanan yang sangat mendalam untuk menjalin hubungan itu.
Di bangku SMA ada dua remaja yang sedang presentasi, seluruh siswa sekolah menyebut mereka dengan dua sejoli karena mereka selalu bersama.
“Kesepian tanpa kekasih, sekian dan terima kasih. Assalamualaikum warhamatullahi wabarakatuh,” ucap Arya.
Semua siswa tertawa, sambil bertepuk tangan.
Bel istirahat berbunyi, dua sejoli menuju kantin untuk memberi makan para cacing yang mulai menari di perut mereka.
“Arya Lo mau pesan apa?” tanya Reza.
“Gue mie sedap aja,” jawab Arya.
“Tumben.”
“Lagi bokek.”
“Biar gue yang traktir, Lo cari meja aja,” ucap Reza lalu memesan makanan.
Mereka berdua memakan makanan hingga habis tidak tersisa.
“Rez makasih ya, besok gue ganti uangnya,” ucap Arya.
“Gak usah diganti, kan gue neraktir Lo.”
“Gue gak enak sendiri setiap hari Lo neraktir gue.”
“Ingat, kita itu sahabat. Susah senang kita lalui bersama.”
Arya sangat bersyukur di pertemukan dengan orang sebaik Reza. Mengingat zaman sekarang banyak orang kaya tidak mau berbaur dengan orang miskin.
Akhirnya waktu kelulusan sudah tiba, membuat semua siswa senang, tetapi tidak dengan dua sejoli itu, mereka sedih karena harus berpisah untuk mengejar cita cita mereka. Mereka berdua membuat janji tidak akan melupakan satu sama lain.
Beberapa tahun kemudian, Arya memasuki perusahaan yang sangat besar dengan baju kehormatan nya. Dia sudah menggapai cita-cita nya menjadi seorang tentara.
Reza menatap seseorang yang sedang hormat padanya. Beberapa menit reza langsung memeluk sahabatnya yang selama ini di rindukan.
“Selamat lo udah menggapai cita-cita lo,” kata Reza sambil menepuk pundak Arya.
“Ini semua berkat lo yang selalu menyemangati gue disaat gue mau menyerah.”
Reza mengajak Arya ke ruangan nya, sambil meminum secangkir kopi. Mereka di sana berbincang bincang.
“Ini gue punya uang 50 juta, gue tau perusahaan Lo sekarang butuh uang,” ucap Arya.
“Terimakasih, secepatnya gue akan ganti uang Lo.”
“Gak usah diganti, gue ikhlas. Kita kan Sahabat saling membantu.”
=====
Hallo saya Amelia Hasanah, mempunyai cita-cita setinggi langit. Hobi membaca dan menulis, dan kini menuntut ilmu di MAN 2 Probolinggo.
Komentar Terbaru