Al-Qur’an adalah kitab suci Allah yang penuh keistimewaan dan kemuliaan. Tidak berlebihan jika banyak orang yang menganggapnya sebagai mukjizat yang teragung yang diberikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seperti yang disebutkan beberapa ulama, segala hal yang berkaitan dengan Al-Qur’an dapat mejadi mulia.
Contohnya, malaika Jibril ‘alaihis salam yang Allah utus kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyampaikan wahyu yang mulia ini. Allah subhanahu wa ta’ala telah memilihnya dari sekian banyak malaikat-Nya yang tak terhitung jumlahnya. Allah ta’ala menjadikannya utusan-Nya yang paling mulia di dari seluruh malaikat.
Nabi kita, Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah ta’ala memilihnya dari sekian banyak manusia. Bahkan Allah menjadikannya sebagai utusan-Nya yang paling mulia di antara utusan-utusan-Nya yang lain di kalangan manusia. Allah memilih beliau untuk menerima mukjizat yang mulia ini.
Serta para ahlul Qur’an, Allah pilih mereka di antara manusia-manusia yang lainnya. Menjadikan mereka sebagai “keluarga Allah di kalangan manusia”. Allah juga mengangkat derajat para ahlul Qur’an di atas manusia-manusia lainnya. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنَّ اللهَ يَرْفَع بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِيْنَ
“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Qur’an), dan Dia merendahkan kaum yang lainnya dengan kitab ini pula.” (HR. Muslim)
Mujahid rahimahullah berkata, “Manusia yang paling dicintai Allah adalah manusia yang paling berilmu tentang Al-Qur’an.” (Tafsir Ibnu ‘Athiyah, 1/26)
Maksud dari penyebutan “keluarga Allah” adalah sebagai penghormatan semata bagi mereka (para ahlul Qur’an), bukan dipahami secara harfiah bahwa mereka benar-benar keluarga Allah. Karena telah jelas dalam firman-Nya,
وَأَنَّهُۥ تَعَٰلَىٰ جَدُّ رَبِّنَا مَا ٱتَّخَذَ صَٰحِبَةً وَلَا وَلَدًا
“Dan bahwasanya Maha Tinggi kebesaran Tuhan kami, Dia tidak beristeri dan tidak (pula) beranak.” (QS. Al-Jinn: 3)
Dalam ayat lainnya,
لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَد
“Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan.” (QS. Al-Ikhlas: 3)
Penggunaan istilah ini bertujuan untuk memuliakan para ahlul Qur’an, seperti halnya dengan menyebut masjid sebagai “rumah Allah”. Namun, ini tidak berarti bahwa masjid secara harfiah adalah rumah Allah.
Ya Allah, jadikanlah kami termasuk dalam golongan ahli Qur’an. Karuniakan kepada kami kemudahan dalam mempelajarinya dan mengamalkannya dalam kehidupan kami.
_____
Muhammad Bagas Rizky Pratama, biasa dipanggil Bagas. Siswa jurusan keagamaan, MAN 2 Probolinggo. Lahir di Probolinggo pada tanggal 16 Maret 2006, dan bertempat tinggal di Desa Sukokerto, Kecamatan Pajarakan, Kab. Probolinggo.
Komentar Terbaru