Bukan sekedar bacaan, bukan hanya hafalan. Menghafal memanglah baik.
Namun, haqqul Qur’an dibaca dengan baik, bukan sekedar tinggi rendahnya nada.
Tapi lebih dari itu, ada panjang pendek yang menentukan makna, bukan sekedar bacaan yang mementingkan irama.
Tetapi ada rima yang sangat berharga, bukan sekedar berapa banyak mengkhatamkannya, tapi lebih dari itu. Penting untuk memahami ayat-ayat-Nya, bukan sekedar membaca, lalu mengangguk bahagia.
Cermatlah, ada ancaman di dalamnya, bukan sekedar memuat puja dan puji saja.
Tetapi, ada juga perintah dan larangan yang terperinci.
Ia bukanlah mushaf yang lemah, dia tidak akan kalah meski kau bantah.
Nikmatilah,
Sebagai karya seni dari sang Maha Karya.
Sebagai puisi, dengan keindahan di dalamnya. Sebagai sajak, dengan rima selayaknya, dan sebagai syair, dengan pesan tersembunyi yang tertera.
Al Quran,
Dialah peta, pedoman arah kebenaran bagi hambanya.
Pembimbing agar kita tidak terjatuh, dan sebagai
Penuntun agar kita tidak tersesat.
Dialah lentera penerang,
Penyinar langkah menuju jalan pulang
====
Yuni Safira Mursyid, panggil saja Fira. Lahir sekitar 16 tahun lalu dan kini bersekolah di MAN 2 Probolinggo. Bingung dengan hobinya sendiri, tapi sekarang mulai menjadikan merangkai kata sebagai hobi barunya. Ia bisa dihubungi lewat IG: @ketikanseorang._
Mottonya, ”Jadikan semua tantangan,hingga kau tak terkalahkan”.
___
Editor: SyafhirAZR
Komentar Terbaru