Minggu, 06 Sep 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Tak Hanya Butuh Utuh ~ Lesti Abelia

Bagi sebagian orang broken home adalah kondisi ketika orang tuanya yang sudah berpisah, sudah tak serumah. Mereka pikir broken home hanya untuk mereka yang orang tuanya sudah tak bersama, lalu bagaimana dengan anak-anak yang orang tuanya tak berpisah, namun tak pernah ada rasa kasih sayang diantaranya?. Mereka sama dengan kalian yang orang tuanya sudah tak bersama, sebab meskipun mereka bersama tapi tak ada rasa cinta kasih.

Rumah yang mereka miliki seharusnya bisa menampung rasa lelah, tapi ternyata rumah itu tak berfungsi sebagaimana mestinya. Mungkin anak yang orang tuanya sudah tak bersama masih lebih beruntung, sebab mereka masih berpeluang mendapatkan kasih sayang yang seimbang, apalagi mereka tak perlu terluka melihat pertengkaran orang tuanya yang bisa terjadi kapan saja di rumah.

Bagi anak yang orang tuanya memilih tak berpisah, mereka sudah lelah dengan kehidupan. Mereka jenuh disuguhkan pertengkaran yang tak ada habisnya. Di saat anak lain disuguhkan dengan sarapan pagi dengan penuh kasih sayang, anak-anak seperti itu justru jadi objek pelampiasan kemarahan.

Entah apa yang dipikirkan para orang tua seperti itu, mereka sepertinya tak sadar kalau mental anak-anaknya terguncang hebat. Terlebih jika si anak melihat kehidupan keluarga lain yang harmonis, namun ketika pulang ke rumah justru mendapati neraka rumah tangga yang siap memanggang.

Hai kalian yang merasa diriya telah menjadi orang tua! Coba dengarkan sedikit pandangan kami sebagai anak-anak. Kalau kalian berpikir memilih mempertahankan rumah tangga yang seperti neraka itu agar kami tak bimbang menentukan pilihan akan bersama siapa nantinya, itu keliru besar. Itu sangat egois, dan mennjukkan kalau kalian sama saja dengan kanak-kanak. Harapan kami sebenarnya sederhana, hanya butuh keluarga yang uthu dan saling melengkapi.

Baca juga:  Pintu Ar-Rayyan ~ Muhammad Bagas Rizky Pratama

=====

Hai, saya Lesti Abelia. Saya adalah salah satu siswa dari banyaknya siswa di MAN 2 Probolinggo, lahir pada November 2007, memiliki moto hidup “Cukup diam dan buktikan jika kamu bisa”. Bisa dikunjungi melalui IG: @liya.abelia
Sampai jumpa pada kalimat kreasi saya berikutnya.

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR