Minggu, 11 Okt 2026
  • " Being Smart Generation " Madrasah Mandiri Berprestasi, Madrasah Hebat Bermartabat

Mati Lampu ~ Panca Putri Aisyah Nurul Jannah

Di malam yang sunyi terdengar tetesan air hujan yang mengalir jatuh dari atap rumah yang bocor. Kututup jendela kamar menolak angin dingin dari luar. Angin kencang dan pohon tumbang membuat sebagian daerah di sekitar kosanku listriknya terpadam. Kunyalakan lilin untuk menerangi kegelapan rumah. Aku menetap di tempat kos di salah satu daerah yang jangkauannya tak jauh dari kampus. Hanya ada aku seorang tentu saja itu tak masalah karena sejak aku kecil telah terbiasa untuk mandiri, tetapi ini adalah salah satu pengalaman yang pertama kali terjebak mati lampu di kosan sendirian. Satu batang lilin yang selalu kubawa setiap langkah berjalan telah sampai tengah-tengah batang yang artinya tak lama lagi akan habis dan cahaya api yang akan segera padam, aku sengaja tidak menggunakan senter ponsel agar menghemat daya baterai yang menipis karena tak sempat mengecas.

Cuaca dingin membuatku merasa ingin pergi ke toilet, segera aku bangun membawa lilin. Berjalan pelan menjaga agar apinya tak terkena sepoian angin kencang di luar yang masuk lewat sela-sela lubang kecil rumah, tubuhku mulai mengeluarkan keringat, tanganku menjadi dingin. Samar-samar aku mendengar suara yang seakan memanggil namaku, aku tetap berusaha tenang memastikan itu hanya perasaan pikiran ku saja yang berpikiran kemana mana karena kondisi sekitar yang sangat gelap.

Selesai dari toilet aku segera berjalan lagi ke kamar tidur, aku berpikir mati lampu ini mungkin saja sangat lama atau sebentar lagi menyala. Aku memutuskan untuk tidur lebih dulu karena besok ada jam kuliah pagi, terlalu banyak memikirkan hal-hal lain aku tak sadar bahwa lilin nya telah tiba berakhir padam.

Baca juga:  Ada Hal Yang Lebih Berharga ~ Shella Nova Wahidiyah

Ini sangat gawat, aku bahkan tak tahu letak di mana terakhir kali menyimpan ponsel, aku berusaha meraba-raba sekitaran kasur untuk mencari-cari letak ponselku yang kemungkinan ada di sekitaran tempat tidur, tiba-tiba….ponselku bergetar dan menghidupkan cahaya.
“Hufftt aku sangat berterimakasih pada orang yang meneleponku saat ini,”
Biasanya aku sangat terganggu oleh nada dering ponsel saat ada orang yang menelpon. Segera kuambil ponsel yang ternyata berada di atas meja, melihat nama orang yang meneleponku yang ternyata adalah ibuku, menanyakan bagaimana keadaan di sana, apakah semua baik-baik saja, karena akhir-akhir ini cuaca sangat sering kali memburuk secara tiba-tiba. Aku berusaha menenangkan hati ibuku yang cemas, mengatakan tidak ada yang perlu dikhawatirkan disini aku baik-baik saja, hanya saja di sekitar daerahku mati lampu karena angin kencang membuat kabel listrik bermasalah, sehingga aku kekurangan pencahayaan dari dalam.

Aku menanyakan apakah hanya itu yang akan ia tanyakan, ibuku menjawab hanya itu saja. Ia memastikan diriku agar tetap baik-baik saja. Aku mengatakan untuk segera akan mengakhiri panggilan ini, agar baterai ponselku tak banyak berkurang.

Selesai mengobrol dengan ibu di telepon, kuletakkan kepala di pangkuan bantal, mengatakan pada diri sendiri semua akan baik-baik saja aku hanya perlu tenang dan tidur. Saat aku berusaha membuat mataku terpejam, tiba-tiba lampu mulai menyala kembali aku menahan pejaman mataku. Aku bangun dan mengecas ponsel untuk mengisi daya baterai yang mulai memerah. Aku lanjut tidur dan siap menyambut pertemuan kuliah besok pagi.

#bukanceritahoror#kamutakperlutakutsaatsendirian

Bionarasi:
Panca Putri Aisyah Nurul Jannah. Lahir 08 Agustus 2007 dan bercita-cita menjadi Kowad. Memiliki hobi berpetualangan, membaca, dan menggambar. Ia merupakan alumni MI Izzatul Muta’allimin, MTSN 2 Probolinggo, dan kini tercatat sebagai siswi di MAN 2 Probolinggo. Kabar tentangnya bisa diikuti lewat IG @czxq.__

Baca juga:  Lingkup Pertemananku ~ Lesti Abelia

Post Terkait

0 Komentar

KELUAR